Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Sabtu, 08 Mei 2010

Tender Proyek Lingkar Parigi Diduga Sarat KKN

Sabtu, 08 Mei 2010
Gabpeknas Tuding Kadis
PU Parimo, Arahkan Tender Proyek

PARIGI - Tender proyek lingkar Parigi yang sebentar lagi akan diumumkan, kental dengan aroma KKN. Proyek jalan lingkar yang berasal dari dana stimulus ini memang memicu kontroversi khususnya di kalangan peserta lelang. Dicurigai ada ketidakberesan karena sejak awal sejumlah peserta tender sudah mengendus jika pemenangnya akan diarahkan pada perusahaan tertentu. Salah satu peserta tender yang meminta namanya tidak ditulis mengaku, ada yang janggal dari proses tender yang dilakukan panitia terhadap proyek jalan yang menghubungkan Desa Lebo dan kompleks perkantoran Pemkab Parimo itu.
Ia mengatakan, kebijakan panitia untuk menghadirkan tenaga ahli pada saat klarifikasi dinilai sebagai sebuah hal yang tidak masuk akal. Pasalnya, pada tender proyek-proyek sebelumnya untuk paket yang sama panitia tidak memberlakukan kebijakan seperti itu. Namun demikian ia tetap menghargai langkah panitia yang sama sekali di luar dugaan itu. ‘’Untuk sementara saya menunggu pengumuman dulu. Saya akan lihat apakah langkah panitia meminta menghadirkan tenaga ahli pada saat klarifikasi menjadi salah satu poin yang berpengaruh terhadap penentuan pemenang. Setelah itu baru saya ambil sikap,’’ katanya.
Sikap tegas diperlihatkan oleh Ikbal Khan Ketua Gabungan Perusahaan Kontraktor Nasional (Gabpeknas) Sulawesi Tengah. Dihubungi Radar Sulteng Senin (22/6) kemarin, Ikbal menuding bahwa Kepala Dinas PU Parigi Moutong (Parimo) Syaifullah Djafar berada dibalik bagi-bagi proyek paket dana stimulus yang jumlahnya mencapai 40 paket tersebut. Ikbal mengatakan, indikasi keterlibatan kepala dinas terlihat jelas dari kebijakan yang diterapkannya terhadap proses tender. Misalnya proyek-proyek yang dianggap ‘’aman’’, artinya tidak ada kontraktor luar yang masuk, maka proses tendernya berlangsung mulus tanpa kendala berarti. Sedangkan proyek-proyek yang diikuti oleh kontraktor luar, panitia memberlakukan kebijakan yang dinilainya sebagai langkah yang tidak rasional, yakni meminta tenaga ahli dihadirkan pada saat klarifikasi. Apalagi kalau kebijakan itu digunakan untuk menjatuhkan penawar-penawar pada paket yang diikuti oleh pengusaha dari luar Sulteng. ‘’Ini syarat yang tidak masuk akal. Bagaimana kalau penawar yang dari Jakarta, lalu tiba-tiba diminta menghadirkan tenaga ahli pada saat yang bersamaan. Pasti tidak bisa dipenuhi,’’ tandas Ikbal. Mestinya, jika panitia menganggap syarat tersebut penting, maka semua proyek paket stimulus yang jumlahnya sekitar 40 paket harus diberlakukan sama. Indikasi lain kuatnya intervensi Kadis dalam mendistribusikan proyek pada orang-orang tertentu terlihat dengan adanya SMS (system maklumat singkat) yang dikirim sang Kadis kepada salah satu rekanan. SMA tersebut katanya berbunyi agar salah satu paket stimulus diarahkan kepada pengusaha tertentu.
Ikbal mengatakan, pihaknya tidak akan membiarkan praktek yang berindikasi KKN itu dibiarkan merajalela. Gabpeknas akan mengambil langkah hukum terhadap kebijakan Kadis PU Parimo tersebut. Ia juga enggan membeber isi SMS tersebut, karena akan menjadi bukti di pengadilan kelak.

Proyek stimulus termasuk pekerjaan jalan lingkar kini memang sedang dalam sorotan karena langkah panitia yang dianggap menggiring pengusaha tertentu menjadi pemenang proyek senilai Rp9,55 miliar lebih. Jika dilihat dari komposisi penawaran yang masuk ke panitia, penawar terendah ditempati oleh PT Karya Baru Makmur dengan nilai tawaran Rp6 miliar lebih disusul PT Angkasa Puri Konsursindo Rp7,8 miliar dan PT TMJ senilai Rp8,2 miliar. Kemudian di tempat keempat PT Anugerah Jaya Konstruksi Rp9,3 miliar dan PT Haka Hutama yang menawar sebesar Rp9,4 miliar dan terakhir PT Mentawa Karya Utama dengan total tawaran sebesar Rp9,5 miliar.
Namun penawar terendah tersebut bukan jaminan untuk mendapatkan paket proyek tersebut. Pasalnya, nformasi yang dihimpun Radar Sulteng menyebutkan, pemenang tender tersebut akan diberikan pada pengusaha diluar tiga penawar terendah.
Pihak Aspekindo juga sudah mengendus adanya ketidakberesan di balik tender proyek tersebut. Ketua DPP Aspekindo Sulteng Ir H Zulfakar Nasir, mengingatkan pihak panitia untuk berhati-hati dan tetap mempedomani aturan main di bidang konstruksi. Terkait dengan langkah panitia yang meminta menghadirkan tenaga ahli pada saat klarifikasi menurut Zulfakar adalah sesuatu di luar kelaziman. ‘’Terus terang langkah panitia itu sama sekali diluar kelaziman. Memang panitia diberi kewenangan membuat syarat lelang, tapi semuanya harus merujuk pada aturan main,’’ kata Zulfakar. Ia juga meminta agar panitia tender tidak bersikap standar ganda dalam menerapkan aturan itu. ‘’Jangan sampai ada perusahaan yang lain diminta menghadirkan tenaga ahli pada saat klarifikasi sedangkan yang lain tidak. Ini tidak boleh,’’ ujarnya menambahkan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Parimo, Ir Arifin Amat, membantah ada upaya untuk mengarahkan pemenang pada perusahaan tersebut. Semua kontraktor bersaing fight, Bahkan ada kontraktor yang menawar dengan selisih tiga miliar dari pagu anggaran sebesar Rp9,55 miliar. Kemudian katanya lagi, panitia tidak mungkin menggiring proyek ini untuk pengusaha tertentu, karena tendernya bersifat terbuka dan diikuti oleh pengusaha dari luar. Seperti Makassar, Jakarta dan Kota Palu serta kota-kota lainnya di Sulawesi Tengah. Bantahan yang sama juga dikemukakan oleh Kepala Dinas PU Parimo Syaifullah Djafar. Dihubungi Radar Sulteng malam tadi, Syaifullah membantah semua tudingan Ikbal Khan tersebut. Dikatakannya tudingan bagi-bagi proyek sama sekali tidak benar karena proses tendernya dilakukan secara terbuka bahkan diikuti oleh sejumlah perusahaan besar dari Jakarta maupun Surabaya. sebenarnya kata Syaifullah ia tidak ingin berpolemik soal ini, karena secara teknis proses ini ada di panitia. Lagipula imbuh mantan pejabat di Poso ini, dia (Ikbal, red) kalah dalam proses lelang sehingga mengumbar pernyataan yang tidak berdasar. ‘’ Dia memang kirim SMS ke saya, yang mengancam akan mempersoalkan masalah ini. Silakan saja, ada mekanismenya kok. Tapi begitulah orang kalah memang sering kalap,’’ ujarnya enteng. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar