Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Sabtu, 08 Mei 2010

Paliudju Lindungi Sang Ipar

Sabtu, 08 Mei 2010
Pernyataan Nabi
Bidja Tidak Berdasar

PALU – Gubernur HB Paliudju pasang badan membela mati-matian sang ipar, Ramiati yang menjabat sebagai Kepala Cabang PT Bang Sulteng Palu, kadang tidak sinkron dengan kebijakan Direksi lainnya. Gubernur HB Paliudju yang dikonfirmasi soal keterangan HN Bidja yang menyodok Kepala PT Bank Sulteng Cabang Palu karena mempunyai kredit bermasalah paling besar dari semua cabang PT Bank Sulteng di daerah.
Walau Nabi Bidja tidak menyebut nama Kepala Cabang Utama PT Bank Sulteng Palu, namun salah satu komisaris PT Bank Sulteng Sahrir Alatas, mengatakan, bahwa yang menjabat Kepala Cabang Utama Bank Sulteng Palu adalah Ramiati.
Ditemui di ruang VIP Bandara Mutiara Palu kemarin, Gubernur Paliudju bereaksi keras jika pencopotan HN Bidja dan Yudson karena ada kaitannya dengan Iparnya Ramiati. ‘’Ini murni keputusan Rapat Umum Pemegang Saham oleh para pemegang saham yang didasarkan atas kinerja keduanya. Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Kepala Cabang Utama. Ini murni urusan pemegang saham. Pernyataan itu hanya mengira-ngira saja,’’ ujar Paliudju dengan nada tinggi. Yang pasti katanya kepemimpinan Nabi-Yudson tidak membuat PT Bank Sulteng lebih maju justru mundur dan hanya melahirkan kredit bermasalah yang besar.

Paliudju juga meminta keduany (Nabi-Yudson, red) untuk tidak mengaburkan substansi surat pengunduran diri yang ditandatangani sebelum mereka menjabat. Surat tersebut katanya bersifat terpisah mengikat orang perorang bukan secara kolegial. ‘’Karena kinerjanya tidak bagus berdasar evaluasi RPUS adalah dua orang ini, jadi tidak usah membawa-bawa orang lain,’’ ujar Paliudju.
Sebelumnya, HN Bidja mengatakan, dalam rangka penyelesaian kredit ini sudah berulangkali dilakukan rapat bersama antara Dewan Komisaris dan Direksi, bahkan dalam salah satu rapat dimana Pimpinan rapat menawarkan target penyelesaian kredit minimal mencapai 20 persen sampai pada akhir bulan Maret 2009 dalam rangka menghadapi RUPS yang direncanakan pada bulan Mei 2009. Kala itu katanya semua cabang sudah menerima tawaran tersebut kecuali salah satu cabang yang karena keinginannya menolak target tidak memporoleh dukungan pendapat dari peserta rapat ataupun pimpinan sehingga dengan emosional, dia marah dan menangis serta langsung meninggalkan ruang rapat. Bidja menyebutkan justru cabang yang dipimpinnya mempunyai jumlah kredit macet paling besar (Cabang Utama).
Ramiati sendiri tidak bisa di konfirmasi. Menurut keterangan staf di PT Bank Sulteng adik kandung Kamsiah Paliudju (istri Paliudju, red) saat ini sedang berada di Jakarta untuk keperluan tertentu. Hal ini diperkuat pula dengan keterangan Rudi Dewanto Kepala Pemegang Kas Daerah yang tak lain suami Ramiati sendiri. ‘’Beliau masih di Jakarta,’’ kata Rudi kalem.

RAMIATI DIPROMOSIKAN KE JAJARAN DIREKSI
Di tengah gonjang-ganjing managemen PT Bank Sulteng, sejumlah informasi yang dikumpulkan Radar Sulteng, menyebutkan, jika ipar Paliudju, Ramiati bakal mendapat promosi menduduki kursi di jajaran Direksi. Tempat yang disiapkan untuk perempuan cantik ini, adalah salah satu posisi strategis yakni Direktur Pemasaran PT Bank Sulteng. Kalangan DPRD Sulteng juga sudah mencium adanya promosi ini. Bahkan di PT Bank Sulteng sendiri informasi ini sudah beredar walau masih dalam skala terbatas. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar