Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Kamis, 06 Mei 2010

Tambang Rakyat di Poboya Akan Ditutup

Kamis, 06 Mei 2010
Tambang Rakyat di Poboya Akan Ditutup

Membangkang, Pemerintah
Akan Mengambil Tindakan Refresif

PALU – Pemerintah provinsi memutuskan akan menghentikan aktivitas tambang emas Poboya yang sekarang ini sedang berlangsung. Kepastian penghentian tambang rakyat itu diputuskan dalam rapat musyawarah pimpinan daerah (Muspida) yang berlangsung selama tiga jam lebih di ruang kerja Gubernur HB Paliudju, Jumat (29/5) kemarin.
Ditemui seusai salat Jumat di masjid kantor Gubernur, Paliudju mengemukakan, dalam tiga atau empat bulan kedepan, dipastikan tidak ada lagi akivitas tambang tradisional di kawasan itu. Dalam tiga atau empat bulan ini, Pemerintah kota Palu katanya akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk segera menghentikan aktivitasnya. ‘’Jika sudah diberikan pendekatan persuasif masih juga ada yang membangkang maka akan kita lakukan tindakan refresif. Ini bukan ancaman, tapi salah satu hasil rapat dengan Muspida,’’ ujar Paliudju mengingatkan.

Salah satu dasar pertimbangan pemerintah untuk menutup tambang itu secepatnya adalah, meningkatnya pemakaian komponen mercuri salah satu bahan kimia yang digunakan warga saat mendulang sangat berbahaya terhadap kesehatan serta mencemari lingkungan sekitarnya.

Ditanya soal rencana masuknya investor untuk mengeksploitasi kandungan emas di wilayah itu, Paliudju mengatakan, selaku pimpinan daerah, sejauh ini pihaknya belum pernah mengeluarkan izin kepada investor manapun. Biasanya, izin tambang dalam skala besar seperti emas Poboya ditangani langsung oleh pemerintah pusat. Namun demikian kepala daerah, pihaknya aku Paliudju tidak membiarkan jika kelak tambang tersebut mengancam ekosistem. ‘’Kalau mengancam ekosistem itu berarti mengancam juga keselamatan warga. Kita tidak akan mengizinkan kalau ternyata kehadiran justru berbahaya,’’ tandas Paliudju.
Terkait dengan bakal hadirnya investor pemerintah katanya akan mengundang investor yang bersangkutan untuk mempresentasikan hasil eksplorasinya yang sudah dilakukan selama ini.
Paliudju masih terkesan membuka kesempatan kepada investor untuk mengembangkan aktivitasnya di wilayah yang meliputi kawasan tahura itu. Ia mengatakan, dalam presentasi kelak, pihaknya akan melihat apakah aktivitas tambang kelak menggunakan bahan kimia sama seperti yang digunakan oleh penambang tradisional. ‘’Jika kelak menggunakan bahan-bahan seperti itu maka akan kita cut, kalau ternyata tidak, oke silakan jalan,’’ ujarnya.
Paliudju hanya tidak menyebutkan soal dampak kerusakan lingkungan yang akan ditimbulkan oleh aktivitas tersebut kelak. Malah dalam keterangannya Paliudju hanya menempatkan soal penggunaan bahan kimia untuk ditanyakan pada pertemuan dengan investor kelak. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar