Gumyadi Pamitan ke Paliudju
PALU – Perseteruan dua elit, Paliudju versus Gumyadi mulai menurun, setelah Gumyadi terlihat keluar dari ruang kerja Gubernur Paliudju, Kamis (29/5) lalu. Gumyadi sendiri yang ditanyai soal maksud kedatangannya ke ruang kerja Paliudju enggan berkomentar. Tadi bahas apa dalam pertemuan dengan Pak Gub? Tanya Radar Sulteng. ‘’Oh tidak Cuma pertemuan biasa saja,’’ katanya pendek sambil terus menghindar. Apakah pamitan atau sudah jabatan baru di Jakarta? ‘’Tidak juga hanya pertemuan biasa,’’ ujarnya berulang-ulang. Gumyadi yang terus dimintai pendapatnya hingga ke lantai I Biro Keuangan, enggan merinci maksud kedatangannya menemui Gubernur Paliudju.
Sementara itu Gubernur HB Paliudju yang ditemui seusai salat Jumat di masjid kompleks kantor Gubernur – Jumat (29/5) kemarin mengungkapkan, Gumyadi telah menemuinya di ruang kerjanya pada Kamis lalu. Kedatangannya adalah untuk berpamitan, sambil membawa surat dari Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Taufik Efendi yang ditujukan kepada Departemen dalam Negeri, isinya meminta agar jabatan Gumyadi sebagai Sekprov Sulteng diperpanjang. Namun kata Paliudju, sejak awal ia sendiri tidak lagi berniat memperpanjang jabatan Gumyadi. ‘’Surat tersebut saya anggap tidak ada, karena kewenangan untuk memperpanjang atau tidak ada sama Gubernur,’’ kata Paliudju.
Apalagi katanya saat ini proses pengisian jabatan Sekprov Sulteng sudah berlangsung. Tiga nama yang diajukan sebagai pengganti Gumyadi sudah dikirim ke Mendagri. Tiga nama tersebut adalah, Asisten II Nadjib Godal, Kadis Sosial Sutrisno Natadisastra Sembiring serta Kepala Bappeda Sulteng Rais Lamangkona. Paliudju bahkan mengaku, telah menominasikan Asisten I Baharuddin HT sebagai Pelaksana tugas Sekprov Sulteng. Namun sejauh ini katanya penunjukan Plt belum juga mendapat lampu hijau dari Mendagri. (yar)
Kamis, 06 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar