Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Kamis, 06 Mei 2010

Sikap Politik Elit PAN, Bingungkan Kader di Daerah

Kamis, 06 Mei 2010
Sikap Politik Elit PAN, Bingungkan Kader di Daerah
PALU – Sikap politik elit PAN di Jakarta yang main dua kaki dalam memberikan dukungan kepada capres dan cawapres, membuat pusing kadernya di daerah. Akibatnya sejauh ini para kader PAN di daerah belum bisa membentuk tim pemenangan di tingkat internal partai karena masih terbentur dualisme politik elit-elit PAN di Jakarta. PAN saat ini memang terbelah secara resmi membubuhkan tanda tangan koalisi ke pasangan SBY-Budiono. Namun ada juga kader PAN yang memilih mengarahkan dukungannya ke , pasangan JK-Win.
Sejumlah petinggi PAN seperti Hatta Radjasa, Sekjend Zulkifly Hasan memilih merapat ke pasangan SBY-Budiono. Bahkan Hatta Radjasa diplot sebagai Ketua Tim Sukses pasangan ini. Sebaliknya, beberapa pengurus PAN malah merapat ke pasangan JK-Win. Mereka di antaranya, ekonom kawakan PAN Dradjad Wibowo dan Alvin Lie. Tokoh paling disegani di PAN, Dr Amien Rais yang sebelumnya memobilisasi DPD se Indonesia untuk mendukung SBY dengan mencalonkan Hatta Radjasa sebagai cawapres pendamping SBY, juga menyatakan ketidaksetujuannya terhadap paket SBY-Budiono karena tidak mencerminkan refresentasi wilayah yakni Jawa dan non Jawa.
Wakil Ketua DPW PAN Sulteng Ir Suprapto Dg Situru MH mengemukakan, pihaknya meminta ada ketegasan sikap dari DPP PAN di Jakarta, soal dukungan resmi PAN. Dengan adanya polarisasi sikap politik elit PAN tersebut, membuat PAN Sulteng sedikit bingung menentukan arah dukungan politik yang sebenarnya. Sejauh ini PAN bahkan belum melakukan mobilisasi atau semacamnya untuk memenangkan capres dan cawapres yang akan didukung. Ia mengharapkan dalam beberapa hari kedepan ada surat penegasan dari DPP PAN soal capres yang didukung partai secara resmi.
Dengan demikian kata Suprapto, dukungan kepada capres dan cawapres tidak hanya berangkat dari dukungan pribadi-pribadi kader PAN tetapi juga ada keterlibatan partai secara struktural di dalamnya. ‘’Kalau mau efektif maka dukungan itu melibatkan mesin politik partai tidak sekadar dukungan yang sifatnya individual,’’ kata Suprapto. Tak hanya soal dukungan kepada capres dan cawapres, DPP PAN ujar caleg dari dapil Sulteng IV ini, harus secepatnya memberikan sosialisasi kepada kader-kader di daerah soal bentuk koalisi partai pengusung SBY-Budiono. Dari pernyataan sejumlah petinggi partai, yang dilansir berbagai media, katanya bahwa koalisi tersebut adalah koalisi permanen yang mengikat seluruh anggota dewan baik di pusat maupun di daerah. Menurutnya, sejauh ini PAN Sulteng belum mengetahui format koalisi tersebut seperti apa. Jika sifatnya koalisi permanen yang mengikat hingga ke DPRD di tingkat daerah, maka bentuknya seperti apa. Jangan sampai koalisi tersebut hanya menguntungkan partai tertentu lalu mengabaikan peserta koalisi yang lain. ‘’Ini juga harus jelas. Apakah koalisi hanya untuk kepentingan capres atau cawapres atau jangka panjang yang berlaku permanen. Dari klaim-klaim sepihak para petinggi partai, bahwa koalisi ini berlaku pula bagi DPRD di daerah, tapi formatnya tidak jelas seperti apa,’’ tanya Suprapto.
Secara pribadi katanya, ia agak cenderung mendukung pasangan JK-Win. Sebagai orang dengan latarbelakang bisnis, ia melihat JK mampu membuat iklim usaha yang kondusif. Dalam empat tahun terakhir ini menurutnya peran JK dalam menumbuhkan iklim bisnis yang familiar terhadap pelaku usaha sangat terasa. Kebijakannya sangat cepat dan tidak terjebak dengan system birokrasi yang membelenggu. Walau demikian, jika pada akhirnya kebijakan DPP PAN mengarahkan dukungan resmi ke pasangan SBY – Budiono, sebagai kader partai ia akan mengamankan kebijakan tersebut. ‘’Sikap politik pribadi tidak bisa berbenturan dengan sikap resmi institusi partai. Makanya sampai sekarang kita wait and see dulu,’’ demikian Suprapto. (yar)

secara struktural pihaknya ingin memberikan dukungan kepada p
terbelah dalam memberikan dukungan capres cawapres.
Sikap politik sejumlah elit PAN di Jakarta yang terbelah dalam dukungan kepada yang main dua kaki, membingungkan

0 komentar:

Posting Komentar