Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Kamis, 06 Mei 2010

Tiga Calon Sekprov Sudah Diajukan ke Depdagri

Kamis, 06 Mei 2010
Tiga Calon Sekprov Sudah Diajukan ke Depdagri

PALU – Tiga nama calon Sekprov yang bakal menggantikan Gumyadi kini sudah berada di meja Mendagri. Namun sejauh ini belum diketahui sejauhmana kemajuan dari proses tiga nama tersebut di Depdagri. Sumber Radar Sulteng di Sekretariat kantor Gubernur mengungkapkan, proses pengajuan Sekprov akan mengalami keterlambatan pasalnya, sejauh ini Depdagri masih menganggap Gumyadi masih menjabat Sekprov Sulteng.
Gubernur HB Paliudju yang ditemui di kantor Dikjar Sulteng Minggu (23/5) lalu mengungkapkan, proses tiga Sekprov akan berlangsung tidak terlalu lama, karena Gumyadi sendiri sudah memasuki masa persiapan pensiun (MPP), sehingga Depdagri akan mempercepat penunjukan Sekprov devinitif. Tiga nama yang yang diusulkan tersebut adalah Kepala Bappeda Sulteng, Drs H Rais Lamangkona MT, Asisten I Drs H Baharuddin HT M.Si dan Asisten II Drs H Nadjib Godal M.Si.
Paliudju mengaku, akan menyerahkan sepenuhnya kepada Mendagri dan timnya siapa di antara tiga pejabat tersebut yang akan diplot menduduki jabatan tertinggi PNS itu. Ia mengatakan, tidak mempunyai jago seperti yang pernah dilakukannya pada saat mengajukan calon Pejabat Bupati Sigi. Saat itu katanya, ia menjagokan Drs Hidayat ketimbang dua calon lainnya. ‘’Namun untuk pengajuan Sekprov kali ini, saya serahkan kepada Mendagri dan timnya siapa yang memenuhi syarat untuk menjabat Sekprov Sulteng,’’ katanya. Soal pelaksana tugas (Plt) Sekprov, Paliudju mengaku belum menunjuknya. Mekanisme pemerintahan masih jalan walau tanpa ada Plt Sekprov. Walaupun keberadaan Plt Sekprov tetap penting, namun dalam waktu dekat ini Plt belum diisi.

HANYA KOMUNIKASI VIA SMS
Polemik terbuka antara Gubernur HB Paliudju dan Gumyadi diakui Paliudju telah pola komunikasi di antara keduanya berubah. Sejak polemic itu mencuat, dirinya tidak pernah lagi melakukan komunikasi secara langsung kepada mantan loyalisnya itu. Sebelumnya, hubungan keduanya, sangat akrab. Hal itu diakui sendiri oleh Gumyadi, bahwa selaku pejabat yang berbasis tentara, loyalitasnya kepada pimpinan dan aturan adalah hal terpenting. Itu ditunjukannya dengan mengamankan semua kebijakan Gubernur Paliudju sepanjang itu sesuai dengan aturan undang-undang.
Menurut Paliudju, karena tidak lagi bertatap muka secara langsung, sebagai gantinya komunikasi hanya terjalin via system maklumat singkat (SMS) itu pun frekwensinya sangat terbatas sekali. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar