Tanyakan Soal Barang
Inventaris Daerah di Rujab Dewan
PALU – Pelaksana harian (Plh) Sekwan Siti Dahlia kemarin (6/11) mendatangi kediaman Murad U Nasir di Palupi – Palu Selatan. Kedatangan Dahlia tersebut menurut mantan Ketua DPRD Sulteng Murad U Nasir, untuk menanyakan sejumlah inventaris daerah yang raib dari rumah jabatan ketua dewan yang terletak di Jalan Achmad Yani – Palu Timur.
Menurut Murad dirinya sangat bersyukur atas kedatangan Siti Dahlia yang menurutnya sebagai utusan Ketua DPRD Sulteng Aminuddin Ponulele. ‘’Saya sangat bersyukur datangnya Ibu Dahlia, yang mempertanyakan barang-barang daerah di rumah dinas di Achmad Yani. Mungkin ada anak-anak saya keliru mengangkat barang, sehingga ada barang daerah yang terangkut,’’ katanya. Olehnya ia menyilakan staf sekretariat dewan untuk ‘’menggeledah’’ isi rumahnya, untuk melihat apakah ada lemari, kursi atau gorden yang terbawa. Kalau ada saya minta diambil kembali,’’ pintanya. Ia mengakui, saat mengangkut barang miliknya dari rumah dinas beberapa bulan lalu, ia tidak ikut terlibat. Saat itu, ia sedang disibukkan merampungkan tugas menjelang berakhirnya tugasnya di DPRD Sulteng. Pada saat yang bersamaan, ia juga harus sering bolak-balik Palu – Jakarta. Pada saat mengangkat barang, hanya dilakukan anak-anaknya sehingga mungkin ada barang inventaris yang terangkat. ‘’Makanya saya bersyukur ada Ibu Dahlia datang dan saya minta dia periksa semua rumah saya. Jangan-jangan ada barang daerah yang terbawa kesini,’’ ujarnya. Namun yang pasti kata dia, sama sekali tidak ada niat secuilpun untuk menguasai barang daerah. ‘’kalau ada mungkin kekeliruan. Makanya saya minta Ibu Dahlia periksa semua rumah saya,’’ ujarnya berulang-ulang. Ia sangat menyambut positif kedatangan petugas ke rumahnya, karena ini juga bisa menjadi pelajaran bagi siapapun untuk kedepannya. Bahwa seorang mantan pejabat bisa didatangi sewaktu-waktu untuk memastikan bahwa yang bersangkutan tidak membawa barang yang bukan miliknya.
Soal raibnya barang daerah pada rumah yang ditempati oleh pejabat tertentu, kata Murad memang kerap terjadi. Baik itu Gubernur atau pejabat siapa saja. Dalam ingatannya salah satu Gubernur yang tidak membawa barang inventaris daerah sedikitpun adalah mantan Gubernur Sulteng, Galib Lasahido. ‘’Beliau saya tahu persis tidak membawa sedikitpun barang daerah,’’ pungkasnya. (yar)
Rabu, 12 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar