Keluarga Berkualitas, Menuju Masyarakat yang Berkualitas
Selama dua hari Tim Penggerak PKK Provinsi Sulteng, menggelar rapat koordinasi yang menyertakan utusan PKK dari berbagai wilayah kabupaten/kota se Sulteng. Rakor ini diharapkan semakin mempertajam implementasi program PKK di bidang pemberdayaan masyarakat khususnya kalangan perempuan di tingkat akar rumput.
Berikut catatan singkat dari pelaksanaan rakor yang berakhir hari ini.
Sepuluh program pokok PKK kerap ditemui terpampang di tugu-tugu perempatan di jalan-jalan desa. Program yang didedikasikan untuk pemberdayaan kalangan perempuan di berbagai tingkatan sosial itu, sungguh mulia. Namun dalam implementasinya keberadaan program-program itu, banyak menemui kendala. Selain kendala rumitnya birokrasi, tetapi minimnya dukungan dana, membuat program ini tak lebih sekadar hiasan dinding yang banyak ditemui sejumlah di balai desa. Dra Hj Uhra Kadir Lamarauna, M.Si, salah satu pegiat perempuan di Sulawesi Tengah yang juga salah satu pengurus Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Sulteng, tidak memungkiri adanya kendala itu. Atas dasar itu, kata dia, rapat koordinasi yang menyertakan para pengurus TP-PKK se Sulteng menjadi ajang penting untuk menegaskan kembali keberadaan PKK sebagai salah satu lokomotif perubahan mindset, pola hidup dan ekonomi masyarakat khususnya di wilayah-wilayah terpencil. Diakui kata Uhra, masalah dana adalah sebuah kendala serius. Seindah apa pun program itu, tanpa didukung mobilisasi dana maka, ia hanya menjadi catatan-catatan kertas yang kemudian tidak berarti apa-apa. Namun kendala tersebut katanya tidak bisa menjadi alasan untuk tidak berbuat sama sekali. ‘’Salah satu yang sedang digagas adalah menjajaki kerjasama dengan instansi terkait untuk mensinkronkan program yang berkaitan langsung dengan masyarakat. Program PKK kan di sekitar wilayah ini, jadi inilah yang coba kita kerjasamakan,’’ kata Uhra ditemui di sela-sela rakor di ruang Polibu kantor Gubernur (5/11) kemarin.
Menurut mantan Kepala Dinas Dikjar Sulteng ini, 10 program pokok PKK yang meliputi, penghayatan dan pengamalan pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan ketrampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi dan kelestarian lingkungan hidup serta perencanaan sehat, sebenarnya berjalan simetris dengan program pemerintah. Tema besa pembangunan yang dicanankan pemerintah baik nasional maupun daerah katanya masih berkutat pada 10 sektor ini. ‘’Makanya untuk efektifnya, kita mencoba sinergi dengan pemerintah di lintas instansi untuk menjalankan program-program kerakyatan,’’ ujarnya penuh semangat.
Dari aspek sumber daya manusia, menurut Uhra, PKK mempunyai banyak kader yang bisa menghandle, program-program itu agar program ini bisa berjalan optimal. Pihaknya mempunyai banyak kader hingga di desa-desa, mereka adalah sumber daya potensial yang siap mensukseskan program ini. Oleh karena itu, PKK sebagai organisasi mitra pemerintah, senantiasa menghimpun seluruh potensi kader untuk mengintegrasikan rencana ini. “Saya harap kerjasama ini bisa diaktualisasikan secara efisien dan efektif, dalam melakukan pembinaan keluarga di desa,’’ katanya.
Lebih jauh politisi Golkar ini mengatakan, membangun keluarga yang lebih berkualitas, merupakan bagian terpenting dalam organisasi PKK. Ini tidak terlepas dari komitmen PKK itu sendiri, bahwa jika keluarga berkualitas, maka masyarakat pun akan berkualitas pula.Ia mengajak semua kader-kader PKK agar termotivasi untuk menjadikan keluarga yang tangguh, maju, sejahtera dan mandiri. Sebab, kata dia, keluarga yang tangguh, akan mewujudkan bangsa yang tangguh pula. Sejauh ini, PKK secara konsisten terus melakukan upaya pemberantasan soal kemiskinan, peningkatan KB, peningkatan pendidikan, serta kesehatan keluarga. Bahkan, peningkatan sarana dan prasarana untuk menunjang kualitas hidup keluarga, juga terus diperjuangkan. (yardin hasan)
Rabu, 12 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar