Untuk Atasi Minimnya
Dukungan Dana
PALU – Rapat Konsultas Tim Penggerak PKK Provinsi Sulteng yang berlangsung dua hari (5-9 November) menghadirkan dr Gunawan pembicara dari Departemen Kesehatan RI yang secara membahas soal peran PKK untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) melalui keterampilan mengelola otak pada orang tua sebagai upaya perubahan perilaku pada keluarga dan masyarakat. Paparan dr Gunawan mendapat respons yang tinggi dari seratusan ibu-ibu anggota PKK yang berasal dari perwakilan provinsi, kabupaten dan kota. Materi yang sampaikan oleh dr Gunawan itu memberikan kiat kepada ibu-ibu PKK bagaimana mengelola otak pada orang tua sebagai upaya perubahan perilaku pada keluarga dan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Tengah Kamsiah Paliudju mengemukakan, bahwa kegiatan tersebut sebagai tindaklanjut hasil rapat koordinasi tim penggerak PKK se Indonesia pada 6 – 8 Oktober di Jakarta.
Selanjutnya, Kamsiah Paliudju mengharapkan, bahwa kegiatan tersebut dapat mengoordinasikan program pokok PKK dengan sektor terkait guna mendukung program prioritas Pemda dalam upaya pengentasan kemiskinan. Dikatakannya, Tim Penggerak PKK sebagai mitra pemerintah berupaya mewujudkan masyarakat mandiri dan sejahtera melalui pemberdayaan keluarga. Kegiatan-kegiatan ini katanya, bisa dikoordinasikan dengan kegiatan dan badan/dinas serta instansi terkait untuk memfasilitasi pembiayaannya.
Ini perlu dilakukan karena PKK sendiri ungkap Kamsiah Paliudju tidak mempunyai anggaran yang cukup untuk membiayai 10 program pokok PKK yang merupakan strategi penting dalam peningkatakan kesejahteraan keluarga, karena ini erat kaitannya dengan aspek kebutuhan dasar manusia. Untuk itu melalui rapat konsultasi tersebut Tim Penggerak PKK dapat menyatukan persepsi dalam program-program kegiatan yang dilaksanakan lintas sektor dalam rangka peningkatan 10 program pokok PKK sampai di tingkat kabupaten/kota. Sampai saat ini katanya, Tim Penggerak PKK Sulteng, tetap eksis menyahuti setiap program PKK secara nasional.
Salah satunya adalah peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia dan pelaksanaan kesatuan gerak PKK-KB – Kesehatan serta Hari Keluarga Nasional. ‘’Program-program ini senantiasa terus berjalan walau tidak didukung dengan anggaran yang memadai,’’ tandasnya.(yar)
Rabu, 12 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar