Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Sabtu, 08 Mei 2010

Ruas Jalan Palu-Bangga Disorot

Sabtu, 08 Mei 2010
PALU – Ruas jalan Palu - Bangga sepanjang 31,5 meter yang belakangan banyak disorot karena dinilai amburadul, sebenarnya disebabkan oleh kondisi teknis yang menyebabkan pihak rekanan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan secara keseluruhan. Sebelumnya, proyek yang dibiayai Bank Dunia ini memang mendapat sorotan karena proyek tersebut ditengarai syarat masalah. Proyek mulitiyears contract dengan nilai Rp17 miliar itu, mestinya sudah harus rampung pada 17 September 2009. Sesuai dokumen kontrak proyek ini mulai dikerjakan sejak 22 Agustus 2008.
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Tengah, Ir H Iskandar Nongtji MM, mengatakan, wajar jika ada penilaian miring masyarakat terhadap pekerjaan ruas jalan provinsi tersebut. Pasalnya, masih ada sekitar enam titik di sepanjang ruas jalan tersebut yang belum dikerjakan sehingga kelihatannya pekerjaan tersebut tidak kunjung selesai. Menurut Iskandar, secara keseluruhan proyek tersebut telah rampung sekitar 80 persen sedangkan 20 persen sisanya terdapat di enam titik karena struktur tanahnya yang masih labil sehingga perlu distabilisasi terlebih dahulu. Jika ditotal panjang enam titik yang belum sempat dikerjakan mencapai 1 kilometer. ‘’Di enam titik itu tanahnya masih labil, daripada menghambat pekerjaan secara keseluruhan maka dilompati dulu setelah itu baru dikerjakan kembali,’’ rincinya.
Menurut Iskandar inilah yang menimbulkan asumsi bahwa proyek tersebut amburadul. Kendala lainnya, adalah DIPA nasional yang terlambat terbit membuat cash flow perusahaan menjadi terganggu pula. Hal ini setidaknya ikut pula memengaruhi terlambatnya perampungan pekerjaan secara keseluruhan. Terkait dengan itu, pada Mei 2009, lalu telah diajukan perpanjangan kontrak ke Bank Dunia dan juga perpanjangan keuangannya telah dikeluarkan oleh Menteri Keuangan dan Bappenas sampai Maret 2011. Pihak PU sendiri kata, Iskandar akan mengambil langkah tegas jika PT Angkasa Puri selaku kontraktor proyek tersebut tidak kooperatif terhadap dokumen kontrak. ‘’Hanya saja untuk kasus yang terjadi saat ini, memang ada kondisi jalan yang membuat pekerjaannya menjadi terhambat. Daripada dipaksakan dikerja demi memebuhi target, oleh kontraktor diambil langkah untuk mengabaikan sementara sembari menunggu tanahnya stabil baru dikerjakan,’’ urai Iskandar.
Terkait dengan proyek mutiyears contract di Sulawesi Tengah, bukan hanya ruas jalan Palu - Bangga yang bermasalah tetapi juga ruas jalan lainnya. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar