Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Rabu, 05 Mei 2010

Proses Tender Logistik Tahap SPPBJ

Rabu, 05 Mei 2010
PALU – Panitia tender logistik pemilu KPU Provinsi Sulteng, mulai memproses surat penunjukan penyedian barang/jasa atau yang dikenal dengan SPPBJ. Usai tahapan ini dilanjutkan dengan surat perintah kerja dan SPMK sebelum rekanan pemenang tender melakukan pekerjaan terhadap paket yang dimenangkannya. ‘’Melihat progress dalam tahapan tender logistik, kami yakin logistik pemilu 2009 bisa rampung sesuai jadwal,’’ ujar Kasubag Umum dan Logistik KPU Provinsi Sulteng Aslam Adiguna.
Sebelummya, panitia tender logistik Pemilu KPU Sulteng pada Senin (19/1) telah menggelar aanweizjing terhadap 50 bagi perusahaan yang mendaftar dalam tender logistik Pemilu. Ke-43 perusahaan tersebut umumnya adalah perusahaan lokal, namun ada juga beberapa perusahaan yang berasal dari luar daerah seperti, Jakarta, Surabaya, Makassar dan Kalimantan.
Hasilnya, panitia tender berhasil menentukan 4 pemenang, dari 50-an perusahaan peserta tender.
Menurut Aslam dari empat perusahaan tersebut, dua di antaranya berasal dari luar Sulawesi Tengah, yaitu PT Surya Agung (Makassar-Sulsel) dan PT Aridas Karya Satria (Surabaya-Jatim). Namun perusahaan ini menempati posisi sebagai pemenang cadangan. Perusahaan pemenang tersebut antara lain, PT Media Suara Rakyat memenangkan paket pekerjaan pengadaan percetakan formulir B, C, D dan E, senilai Rp1,6 miliar. Kemudian PT Surya Agung, perusahaan yang beralamat di Jalan Abdul Dg Sirua No 06 Makassar – Sulsel ini memenangkan pekerjaan pengadaan kelengkapan lainnya sebesar Rp1 miliar lebih. Di belakang PT Surya Agung ditempati PT Sartika Hafifa Perdana sebagai pemenang cadangan.
Untuk paket pekerjaan pengadaan kotak suara, gembok dan kunci dimenangkan oleh CV Masempo Dalle dengan nilai penawaran Rp256 juta lebih. Untuk paket ini terang Mukmin, hanya ada pemenang tunggal dan tidak ada pemenang cadangan. Berikutnya paket pekerjaan pengadaan percetakan formulir A dimenangkan oleh perusahaan CV Arti Morithond dengan nilai penawaran Rp460 juta lebih. Sedangkan CV Bayu Rizki Pratama ditempatkan sebagai pemenang kedua.
Lebih jauh Mukmin mengemukakan, dari keempat paket yang sudah ditender, masih ada satu lagi paket pekerjaan yang tendernya belum rampung. Yakni, pengadaan bilik suara. Untuk paket ini imbuh Mukmin prosesnya verifikasi lapangan untuk melihat keabsahan dokumen dan kesiapan alat serta bahan baku. Mukmin mengatakan, pada Februari ini diharapkan proses pekerjaannya rampung dan sudah berada di gudang KPU Provinsi Sulteng.
Total ada lima paket yang ditender. Paket pertama adalah cetakan formulir seri C, D dan E dengan pagu anggaran Rp2,6 miliar. Paket kedua adalah kelengkapan TPS lainnya (ATK) senilai Rp1,1 miliar. Kemudian paket ketiga cetakan formulir model A dengan besar anggaran Rp515 juta lebih serta paket keempat pengadaan kotak suara dan gembok. Pagu anggaran Rp268 juta serta paket kelima adalah pembuatan bilik suara dengan nilai Rp1,3 miliar. Total kelima paket tersebut mencapai Rp5,925 miliar. Menurut Aslam diupayakan pada 24 Februari pekerjaan untuk lima paket tersebut sudah rampung dan sudah diterima KPU di gudang KPU untuk disortir, dengan demikian pada pertengahan Maret logistik Pemilu tersebut sudah berada di kabupaten/kota.
Adapun pekerjaan yang akan ditender meliputi, cetakan formulir model A3, kotak suara sebanyak 426 buah, gembok serta bilik suara sebanyak 8.209 buah. Kemudian, formulir seri B, C dan D serta yang terakhir kelengkapan TPS lainnya yakni kebutuhan ATK. Total pagu anggaran untuk kelima jenis pekerjaan tersebut sebesar Rp5 miliar lebih. Pagu anggaran terbesar adalah untuk pengadaan bilik suara sebanyak 8.209 buah. Menurut Aslam, sesuai perhitungan KPU Sulteng, biaya satu bilik suara sebesar Rp166.800. Jika yang dikerjakan sebanyak 8.209 buah bilik suara maka total pagunya mencapai Rp1,3 miliar lebih. Disusul pengadaan kotak suara pagu anggarannya sebesar Rp101.558.400. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar