Perlunya Membentuk Bank Pertanian
PALU - Untuk menyukseskan program revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan yang dicanangkan presiden SBY, Departemen Pertanian sebagai tuan rumah harus bekerja optimal. Dukungan dana idealnya menurut Nurhadi M Musawir, minimal menyediakan 20 persen dari APBN. Untuk perbaikan lahan secara sistematis, mencetak sawah baru sekitar 200 ha per tahun selama lima tahun ke depan. Memperbaiki sarana irigasi, karena sekitar 40 persen rusak, dan menciptakan benih unggulan.
Mengangkat tenaga penyuluh pertanian yang handal, mengingat Indonesia memiliki lebih dari 84 ribu desa, idealnya memerlukan minimal 100 ribu orang PPL. Menangani aspek pengolahan dan pemasaran hasil sejumlah komoditi unggulan daerah secara optimal.
Di setiap sentra komoditi perlu dibentuk kantor pemasaran. Di tingkat nasional didirikan kantor pemasaran bersama. Agar calon pembeli dari luar negeri mendapatkan berbagai informasi komoditi yang dimaksud.
Langkah selanjutnya, katanya, pemerintah perlu mengalokasikan permodalan yang mudah dan murah. Terutama untuk mengantisipasi jika terjadi kegagalan di beberapa mata rantai produksi maupun pemasaran. Misalnya serangan hama, penyakit hingga gagal panen atau puso.
Segenap komponen, seperti kelompok tani, LSM dan perkoperasian harus dilibatkan. Olehnya, jika semua itu dilakukan bolehlah berharap sektor pertanian dapat berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Pembangunan sektor-sektor non pertanian (perindustrian, perdagangan dan pertambangan), harus mendukung sektor pertanian. Jangan sebaliknya sektor pertanian yang mendukung sektor lain.
Dikatakannya, setelah tahapan perbaikan infrastruktur pertanian dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah mensubsidi benih unggul kepada petani, pembudidaya ikan, dan masyarakat yang bergerak di sektor perikanan dan pertanian. Di mana masyarakat Sulawesi Tengah terbesar berada di dua sektor ini. Sayangnya, kata Nurhadi, realitas menunjukan sebagian besar petani di daerah ini belum menggunakan benih unggul yang diproduksi oleh PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani serta penangkar-penangkar swasta yang sudah mendapat sertifikasi pemerintah. Benih unggul sangat perlu bagi petani karena akan meningkatkan produksi hasil pertanian dari petani itu sendiri.
Nurhadi juga mengaku bersyukur bahwa undang-undang sustem pertanian dan perikanan kehutanan telah selesai karena ini sangat menunjang peningkatan produktivitas pertanian.
selain itu yang tak kalah pentingnya adalah memberikan kemudahan petani dalam mengakses perbankan dan pasar dengan mewujudkan Bank Pertanian. Jika Bank Pertanian bisa terwujud maka skim pelayanan pembiayaan pertanian akan dapat meringankan petani mengakses modal untuk membiayai pertanian para petani (SP3). Untuk maksud tersebut katanya, pihaknya sudah melakukan sosialisasi SP3 bersama Kepala Pusat Pembiayaan Dapertemen Pertanian yang didampingi Gubernur Sulawesi Tengah pada September 2006 silam. (yar)
Kamis, 06 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar