Pengurus KNPI Silakan Jadi Tim Sukses
SBY Tidak Respons Permintaan
KNPI Buka Rakernas
PALU – Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pusat, mempersilakan aktivis KNPI di seluruh Indonesia untuk menjadi tim kampanye pasangan capres/cawapres. Walau secara institusional KNPI adalah lembaga wadah berhimpun pemuda yang tetap independen dan berdiri di atas semua kepentingan yang ada. Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua KNPI Pusat, Frans Mance dalam keterangan pers yang berlangsung di Swiss Bellhotel – Jalan Sungai Malonda Palu Barat Kamis, (5/6) kemarin. Frans mengungkapkan, KNPI tidak mungkin mengekang hak politik para anggotanya untuk tidak berada pada kepentingan politik tertentu. Sikap KNPI tersebut urai Frans Mance sebagai konsekwensi logis- karena kader-kader KNPI berasal dari latarbelakang yang beragam. Mulai dari PNS, bisnisman hingga politisi.
Pengurus KNPI katanya tidak boleh menggunakan institusi KNPI untuk kepentingan politiknya.
Untuk mempertegas indepensi KNPI tersebut, Frans mengungkapkan, bahwa kedatangan Wapres Jusuf Kalla untuk membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Palu – Sulawesi Tengah tidak dalam kapasitasnya sebagai salah satu kandidat calon presiden yang akan berkompetisi pada Pilpres Juli nanti. ‘’Beliau datang di forum Rakernas, dalam kapasitasnya sebagai pemerintah bukan politisi atau kandidat. Walau memang seusai dari KNPI beliau akan melakukan pertemuan dengan DPD Golkar Sulteng,’’ tandas France yang didampingi sejumlah pengurus DPP KNPI dan Ketua KNPI Sulteng Idhamsyah Tompo.
Ia menambahkan, sebelumnya pihaknya telah beberapa kali meminta kesediaan Presiden SBY untuk membuka Rakernas. Namun tidak ada respons memadai dari SBY maupun dari menteri-menterinya, khususnya Mensekab Sudi Silalahi. ‘’Tadinya kita minta Pak SBY bersedia membuka Rakernas. Tiga kali kita minta audiens namun ditolak Pak SBY. Setingannya kalau Pak SBY yang buka maka Pak JK yang menutup Rakernas,’’ kata France. Saat KNPI meminta kesediaan Wapres JK untuk membuka Rakernas, tanpa berfikir panjang, JK kata France langsung menyanggupinya.
Ia menambahkan, dalam forum Rakernas yang berlangsung 3-7 Juni 2009, akan membahas tiga hal penting, yaitu, keorganisasian, program kerja dan rekomendasi. Dalam rekomendasi tersebut katanya, KNPI akan mempertegas sikapnya sebagai lembaga pemuda yang independen. Namun demikian KNPI tetap berkepentingan mengawal jalannya proses Pilpres agar berlangsung demokratis. ‘’KNPI tidak akan masuk dalam kancah politik praktis, tetapi kita berkepentingan menegakkan nilai-nilai demokrasi,’’ tegasnya.
DORONG PENGUATAN INPRES
Di forum yang sama Ketua KNPI Sulteng Idhamsyah Tompo meminta kesediaan warga Sulawesi Tengah khususnya pemuda untuk menyukseskan jalannya Rakernas. Secara teknis ini adalah hajatan yang digelar KNPI pusat, namun sebagai tuan rumah sudah menjadi kewajiban semua warga Sulteng untuk menyukseskan hajatan nasional ini. Senada dengan Frans Mance, banyaknya aktivis KNPI Sulteng yang berlatarbelakang parpol dipastikan tidak akan menggerus semangat KNPI kearah kepentingan pragmatis. ‘’Teman-teman saya jamin, ini murni kegiatan kepemudaan dan tidak ada hubungannya dengan dukung mendukung capres tertentu,’’ tegasnya.
Idham juga mengatakan, momentuk Rakernas yang dihadiri oleh Wapres Jusuf Kalla tersebut akan dimanfaatkan pula oleh KNPI Sulteng untuk penguatan Inores Nomor 7/2008 tentang percepatan pembangunan Sulawesi Tengah. ‘’Jika Inpres dicetuskan pada saat kehadiran Presiden di forum KNPI di Sulteng, maka kita ingin momentum ini akan semakin menguatkan Inpres tersebut,’’ tandasnya. Selama ini, Inpres percepatan provinsi Sulteng tersebut, dananya melekat pada setiap departemen. Kali ini KNPI akan mendorong agar Inpres tersebut mempunyai mata anggaran sendiri di APBN. ‘’Sebentar lagi akan ada pembahasan APBN-P. Melalui Pak JK kita berharap Inpres tersebut ada plot dana supaya Inpres ada mata anggaran tersendiri,’’ tegasnya. (yar)
Kamis, 06 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar