Pejuang Pemekaran Buol Itu Telah Tiada
SALAH satu tokoh pemekaran Kabupaten Buol, Drs Abdurasjid Korompot, pada Selasa 10 Februari kemarin, menghembuskan nafas terakhirnya setelah sekian tahun berjuang melawan penyakit stroke yang diidapnya. Rasjid Korompot meninggal dalam usia 68 tahun. Dua orang anak serta tiga cucu. Dari hasil perkawinannya dengan Ani DS Butudoka yang meninggal 19 tahun lampau, ia dikaruniai tiga putri. Anak sulungnya Siti Farida Korompot yang merupakan istri Kepala Bagian Infokom Kota Palu Drs Sudaryano Lamangkona bahkan telah meninggal dua tahun silam. Dua putri almarhum lainnya adalah Siti Fauziah Korompot dan Siti Faizah Korompot. Menurut salah satu menantunya, Sudaryano Lamangkona, almarhum meninggal didampingi oleh para anak-anaknya serta para cucu dan menantunya. ‘’Beliau meninggal setelah enam hari berjuang melawan sakitnya di rumah sakit Undata. Saat menghembuskan nafasnya putri-putri almarhum juga ada di sampingnya,’’ ujar Ano yang mengenal sosok almarhum sebagai orang tua yang sangat bijak.
Gubernur HB Paliudju yang melepas jenazah almarhum mengakui almarhum sebagai sosok birokrat tangguh dengan jejak pengalaman yang panjang. Paliudju mengaku mempunyai memori indah dengan tokoh kelahiran Leok – Buol 29 Desember 1941 itu. Saat masa jabatan pertamanya sebagai Gubernur Sulteng, mantan anggota MPR RI utusan Daerah Sulteng pada 1972 itu mengenalnya sebagai pekerja gigih. ‘’Saya mengenal beliau dengan sangat baik. Beliau kalau sudah bekerja dia tidak akan meninggalkan pekerjaannya jika tugas yang dikerjakannya belum selesai,’’ kenangnya. Menurut Paliudju pengabdian almarhum hendaknya menjadi contoh bagi generasi sekarang ini. Ia juga mengenal sosok mantan Dosen tidak tetap Unhas Cabang Palu pada 1969 sebagai salah satu tokoh pejuang pemekaran Kabupaten Buol.
Pernyataan orang nomor satu di Sulteng itu tampaknya tidak berlebihan jika melihat jejak rekam almarhum selama hidup. Hampir sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk mengabdi kepada Negara. Terhitung ada 17 kotak jabatan yang diembannya terhitung sejak 16 Juli 1969 hingga pensiun pada 2002 dengan jabatan terakhir sebagai Asisten Kepala Administrasi Kepegawaian Negara sebelumnnya ia juga diangkat sebagai Pembantu Gubernur Wilayah Barat yang berkedudukan di Donggala. Diangkat sebagai PNS pada 29 Juni 1968 sebagai CPNS dalam pangkat III/A hingga mencapai pangkat tertinggi IV E. Almarhum Rasjid Korompot juga aktif berkiprah organisasi. Terhitung ada 11 organisasi yang digelutinya. Di antaranya, pengurus DPD Golkar Sulteng pada 1973, Penasehat KNPI pada 1982, dan anggota PAN pada 2002. Sebagai bentuk penghargaan Negara terhadap dedikasinya, almarhum yang pendidikan SD hingga SMA nya ditempuh di Gorontalo diganjar dengan enam penghargaan yang diterimanya dalam kurun waktu antara 1979 hingga 1990. (yar)
Kamis, 06 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar