Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Kamis, 06 Mei 2010

Gubernur dan Wagub Rawan Salah Gunakan Kekuasaan

Kamis, 06 Mei 2010
Gubernur dan Wagub Rawan Salah Gunakan Kekuasaan

Irwan: Pernyataan PKB
Sekadar Komoditas Politik

PALU – Pemilu tinggal dalam hitungan hari. Seiring dengan itu, tensi politik pun kian memanas. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Gubernur dan Wakil Gubernur terkait kapasitas keduanya sebagai pimpinan parpol. Paliudju adalah pimpinan PKPI Sulteng sedangkan Wagub Ahmad Yahya adalah Ketua Partai Demokrat Sulteng. Melihat politik keduanya membuat PKB merasa perlu memberikan peringatan, karena keduanya dikhawatirkan tidak bisa bersikap netral. Ketua Tanfidz DPW PKB Sulteng Syamsudin Pay mengemukakan, kekhawatirannya itu sangat beralasan mengingat, keduanya adalah top leader di partai masing-masing. Sehingga kecenderungan untuk tidak netral dalam pemilu nanti sangat terbuka lebar. ‘’Misalnya dengan memanfaatkan asset daerah atau menggunakan struktur birokrasi untuk kepentingan politiknya bisa terjadi dan peluang itu sangat terbuka lebar,’’ kata Syamsuddin Pay.
Olehnya ia meminta kalangan pengawas pemilu seperti Panwas untuk memberikan perhatian ekstra pada dua tokoh ini. Tidak hanya Panwas, kalangan pimpinan parpol maupun maupun akademisi dan kalangan pro demokrasi untuk bersama-sama mengawasi gerak-gerik kedua tokoh ini. Syamsuddin Pay tidak hanya menyoroti soal netralitas keduanya, ia juga menilai selama memimpin Sulteng nyaris belum ada hasil signifikan yang dicapai. Infrastruktur khususnya transportasi tidak ada kemajuan yang berarti, demikian juga soal pemberdayaan ekonomi masyarakat juga tidak tersentuh. Dari hasil kajian PKB, dalam tiga tahun terakhir katanya justru banyak kantong-kantong kemiskinan baru yang bermunculan di daerah. Ini menandakan bahwa pemerintah gagal memenuhi janji kampanyenya untuk menurunkan angka kemiskinan.
Di saat yang sama kata Syamsuddin Pay, DPRD yang diharapkan bisa mengawal jalannya pemerintahan juga tidak berfungsi maksimal. ‘’Saya tidak tahu kenapa DPRD tidak mampu mengawal jalannya pemerintahan ini. Namun kondisinya memang demikian,’’ sorotnya.
Selaku parpol pengusung pasangan BP-AY, pihaknya aku Pay merasa perlu mengingatkan, karena perjalanan pemerintahan sekarang ini sudah melenceng dari janji-janji kampanye terdahulu.
Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov, Drs Irwan Lahace membantah pernyataan Ketua PKB Sulteng Syamsuddin Pay. Irwan Lahace mengemukakan, penyataan itu lebih berisi klaim-klaim dari pada fakta di lapangan. Sebenarnya sorotan dan kritik katanya sebagai sesuatu yang wajar dan perlu. Namun demikian masukan dan rekomendasi yang disampaikan harus didasari dengan data-data valid sehingga tidak terkesan asal ngomong. Ia juga mempertanyakan kenapa sorotan-sorotan semacam itu baru dimunculkan saat ini, ketika pemilu tinggal dalam hitungan hari. Olehnya menurut Irwan, pernyataan tersebut sebenarnya hanya komoditas politik untuk mengatrol popularitas menjelang pencoblosan. ‘’Kita sudah tahu kemana muara pernyataan semacam ini. Saya kira sorotan itu sekadar kepentingan politik untuk pemilu April nanti. Apa lagi yang dikemukakan itu hanya klaim-klaim saja tanpa data yang valid,’’ balas Irwan Lahace. Seandainya PKB katanya memberikan data-data yang valid, maka pihaknya akan menunjukkan capaian-capaian pemerintah dalam tiga tahun terakhir ini. Sayangnya kata dia, tidak ada data konkret yang diangkat, sehingga pemerintah tidak merasa perlu untuk menyebutkan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar