27 - 11 - 09
Bertekad Dorong Pertumbuhan Pada Enam Sektor Andalan
Kabupaten Parigi Moutong telah bertekad sebagai kabupaten terdepan di Sulawesi Tengah pada 2020. Memasuki tahun ke-8 atau periode kedua kepemimpinannya di wilayah bekas kabupaten Donggala ini, bersama Rizal Tombolotutu sang wakil, Longky bertekad menjadikan Parigi Moutong (Parimo) pada 2020 dengan capaian tertinggi di bandingkan daerah lainnya.
Berikut penuturan Bupati Longky Djanggola kepada Yardin Hasan dan Aslan Laeho dari Radar Sulteng, tentang langkah-langkah yang akan dicapai untuk menjadikan Parigi Moutong menuju yang terbaik.
Menjadikan Parigi Moutong sebagai daerah terdepan. Kedengarannya sangat ambisius. Terkait dengan itu, rumusan, strategi dan aksi apa yang akan dilakukan?
Secara umum ada enam rumusan strategi dan program aksi yang akan dilakukan. Yang pertama adalah mewujudkan pemerintahan bersih dan berwibawa. Acuannya melaksanakan program perundang-perundangan secara sungguh-sungguh, meningkatkan disiplin serta profesionalitas aparatur pemerintah agar memiliki komitmen dan perhatian terhadap masyarakat. Hal lain yang juga penting adalah pemberian reward and punishment kepada aparat secara proporsional sesuai aturan main. Kemudian optimalisasi PAD, kualitas SDM aparat, meningkatkan partisipasi masyarakat, peningkatan pengentasan kemiskinan, terakhir peningkatan kualitas lingkungan hidup. Jika enam langkah ini bisa dilakukan, ini bisa membawa Parigi Moutong mendekat kearah yang dicita-citakan.
Oke, itu dibidang kelembagaan pemerintah. Lantas bagaimana dengan sumber daya lainnya?
Itu sudah pasti akan dan sedang dilakukan. Misalnya, menggali dan mengoptimalkan pengelolaan potensi sumber daya alam sebagai sumber pendapatan daerah disamping sumber-sumber lainnya, berupa pajak retribusi yang berpihak pada kepentingan dan kemampuan rakyat. Namun yang tak kalah pentingnya adalah, peningkatan pengawasan untuk mencegah dan mengatasi KKN terutama dari sisi penerimaan retribusi. Masih banyak hal lain yang dilakukan. Misalnya, optimalisasi perusahaan daerah, menata perdagangan dan keuangan terbuka serta menggiatkan promosi potensi wisata dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Untuk kondisi saat ini, ada satu hal lagi yang tidak bisa diabaikan. Yaitu, menjalin hubungan yang harmonis dengan lembaga keuangan baik nasional maupun internasional guna mendukung pembangunan daerah.
Masih terkait dengan menjadikan Parigi Moutong sebagai daerah terdepan. Ini juga tidak terlepas dari kualitas SDM sebagai pengelola system pemerintahan. Apa yang dilakukan untuk mengatasi kendala ini?
Iya, itu memang betul. Untuk mengatasi hal krusial seperti ini, pemerintah melakukannya sejak dini. Menyediakan SDM handal sebenarnya tidak bisa dilakukan secara parsial tapi harus komprehensif. Kami mencoba melakukannya sejak dini. Misalnya membebaskan biaya pendidikan bagi anak usia sekolah hingga SMTA, khususnya bagi anak usia sekolah yang memiliki kemampuan dan kemauan belajar tetapi dari ekonomi rendah. Kemudian membangun dan menyiapkan infrastruktur pendidikan hingga ke daerah terpencil. Ini untuk menjangkau kepentingan jangka panjang. Sedangkan untuk jangka pendek dilakukan dengan pendekatan menggiatkan kursus, pelatihan keahlian khususnya bagi generasi muda dan mengoptimalkan keikutsertaan desa pada program Desa Siaga. Serta yang tak kalah pentingnya meningkatkan frekwensi keagamaan dan menyiapkan sarana prasarana penunjang guna menciptakan sumberdaya yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional berbudi dan beriman.
Ada lagi yang lebih penting. Yakni, soal partisipasi masyarakat. Tanpa partisipasi aktif warga, maka tekad menjadikan Parigi Moutong sebagai daerah terdepan, akan menemui kendala. Komentar Anda?
Untuk hal yang satu ini, kami mencoba melakukannya dengan memperkuat kelembagaan sosial dan budaya masyarakat dengan menumbuhkembangkan sifat gotong royong, kebersamaan dan kearifan budaya lokal yang menjamin penghargaan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak dasar dan peningkatan taraf hidup secara berkelanjutan. Kemudian, Pemda juga melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan terhadap hal-hal yang berpengaruh terhadap hajat hidup orang banyak. Kemudian mengikutsertakan masyarakat dalam pemeliharaan penertiban, ketentraman dan kedamaian warga.
Hanya itu?
Tidak juga. Kita juga melakukan upaya-upaya yang konkret agar masyarakat terbiasa hidup sehat dengan memanfaatkan seluruh fasilitas kesehatan, pembinaan dan pelayanannya. Intinya kita bersama-sama dengan masyarakat akan membangun keluarga sejahtera dengan menyiapkan rumah layak huni bagi rumah tangga miskin. Jika hal-hal mendasar seperti ini bisa terpenuhi maka masyarakat akan bisa berpartisipasi secara langsung dalam mewujudkan kabupaten tercinta ini kearah yang dicita-citakan.
Salah satu barometer peningkatan suatu daerah adalah turunnya angka kemiskinan. Apa yang Anda lakukan terkait dengan hal ini?
Kita melakukan percepatan pengentasan kemiskinan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Ini dilakukan dengan menyusun mainstreaming (pengarusutamaan, red) penanggulangan kemiskinan pada semua tingkatan secara multistakeholder dan multisektoral. Kemudian kami juga memberikan pembinaan, penyuluhan dan pelatihan secara terpadu pada sektor pertanian, perkebunan perikanan rakyat, industri rumah tangga maupun usaha kecil dan menengah. Kemudian industri kerajinan yang lain. Selain itu kita juga memberikan akses ke lembaga-lembaga keuangan bagi warga yang kekurangan modal dalam bentuk jaminan kredit.
Kalau yang itu bagi mereka yang punya akses ke Perbankan. Bagaimana dengan penduduk di pedalaman?
Oh iya mereka tetap menjadi prioritas pemerintah. Tentu anda bertanya, apa yang akan dilakukan oleh Pemkab Parigi Moutong untuk warganya yang di pedalaman. Sebenarnya upaya ini telah dan terus kami lakukan, yaitu membuka akses pada daerah kantong produksi yang masih terisolir. Pada saat yang bersamaan juga dilakukan penyediaan sarana air minum dan fasilitas sanitasi dasar bagi mereka. Pemerintah juga sedang giat-giatnya membuka sentra-sentra ekonomi baru, khususnya yang menampung hasil produksi dan nelayan.
Bagaimana dengan aspek pembiayaannya?
Kita melakukannya dengan pemberdayaan kelompok usaha kecil dan menengah melalui pemberian kredit tanpa bunga atau agunan serta bantuan keuangan mikro di pedesaan. Sedangkan bagi kalangan perempuan kita juga mengupayakan ini dalam posisinya sebagai penopang ekonomi keluarga melalui pemanfaatan pekarangan dan sumber daya alam yang ada di sekitarnya.
Ada problem krusial pada pemerintahan di daerah. Fenomena ini nyaris terjadi di seluruh Indonesia. Bahwa pembangunan yang jorjoran cenderung mengabaikan lingkungan. Oh iya, ini juga telah menjadi isu nasional bahkan global?
Iya memang benar kita sangat menyadari itu. Pembangunan adalah sebuah keniscayaan, namun demikian bukan berarti mengabaikan kelestarian lingkungan. Kalau Anda baca visi misi saya, persoalan lingkungan termasuk salah satu agenda yang masuk dalam rumusan strategi, program dan aksi yang menjadi prioritas pemerintahan saat ini. Dalam visi misi itu disebutkan, meningkatkan kualitas lingkungan sebagai wujud komitmen terhadap konsepsi pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dan berwawasan lingkungan.
Seperti apa tindakan konkretnya?
Misalnya, melakukan pengawasan yang ketat terhadap izin atau pendirian usaha kegiatan yang berimplikasi pada lingkungan. Kemudian melakukan pengawasan yang ketat disertai penegakan hukum yang konsisten terhadap pelanggaran di bidang lingkungan hidup, terutama dalam hal perambahan hutan dan perusakan terumbu karang maupun biota laut. Tak hanya itu, kita juga melakukan penataan kawasan pantai, kawasan hutan kawasan pertanian yang asri sekaligus sebagai potensi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, budaya dan lingkungan. Nama kerennya ecotourism
Bagaiman dengan masyarakat maupun pemerintah yang menjadi penggerak dari program ini?
Kita berupaya agar program di bidang lingkungan ini tidak berjalan sepihak yang inisiatifnya selalu datang dari pemerintah, tetapi juga masyarakat dari berbagai lapisan. Contohnya, dengan berperan aktif dalam upaya penanggulangan pemanasan global melalui kegiatan penanaman pohon serta perbaikan kualitas lingkungan lainnya. Kemudian penguatan institusi dan aparat (capacity building) dalam bentuk diklat. Juga diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dasar dan kemampuan berusaha masyarakat agar dapat memanfaatkan atau memperbaiki sumber daya lingkungan yang hilang.
Yang terakhir. Apa harapan Anda kepada masyarakat maupun pejabat Pemda terkait dengan obsesi Anda menjadikan Parimo sebagai terdepan di Sulteng pada kurun waktu 11 tahun kedepan sebelum tiba pada 2020?
Lima tahun kedepan rasanya terlalu singkat untuk mencapai visi tersebut, sekaligus waktu yang terlalu lama untuk tidak melakukan apa-apa. Olehnya saya meminta dukungan dari semua pihak di daerah ini, semua pemangku kepentingan semoga ikhitar dan konsep untuk mengantarkan Kabupaten Parigi Moutong menuju kearah 2020 bisa tercapai. (yardin hasan/aslan laeho)
raster////////////
Enam Rumusan Strategi dan Program Aksi
Menuju Parimo Terdepan pada 2020
1.Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa
2.Mengoptimalkan dan menggali sumber pendapatan daerah
3.Meningkatkan kualitas SDM yang berdaya saing dengan berbasiskan imtaq
4.Meningkatkan peranserta dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan untuk kesejahteraan rakyat
5.Percepatan pengentasan kemiskinan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan ekonomi rakyat
6.Meningkatkan kualitas lingkungan sebagai wujud komitmen terhadap konsepsi pembangunan berkelanjutan.
Rabu, 12 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar