Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Selasa, 04 Mei 2010

Para Caleg Pascaputusan MK

Selasa, 04 Mei 2010
Para Caleg Pascaputusan MK

PALU - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menganulir nomor urut dan memberlakukan suara terbanyak bagi caleg yang lolos ke dewan, memaksa para caleg untuk bekerja lebih keras. Koreksi MK ini membuat sejumlah anggota dewan yang kembali mencalonkan diri pada pemilu 2009 semakin rajin menyambangi konstituennya di daerah. Dalam beberapa hari terakhir ini, suasana kantor DPRD Sulteng yang terletak di Jalan Samratulangi – Palu Timur, memang lengang. Sempat ada paripurna yang mengagendakan pembukaan masa sidang pertama setelah itu kantor DPRD Sulteng kembali sunyi. Mayoritas penghuninya kembali ke dapilnya masing-masing untuk melakukan konsolidasi di tingkat konstituen.
Politisi Golkar, Erwin Burase, S.Kom mengaku sebelumnya dewan memang mengagendakan reses sehingga semua anggota dewan kembali ke daerah pemilihannya masing-masing. ‘’Kita sekalian saja. Karena ada reses sekalian kita juga konsolidasi politik bersama konstituten,’’ ujar Erwin terus terang. Namun demikian tugas-tugas sebagai anggota dewan dipastikan tidak ada yang terabaikan. Diupayakan kata caleg Golkar dari dapil Parigi Moutong ini, dua agenda yang sama-sama penting ini jalan bersama-sama. Dan sejauh ini katanya keduanya berjalan singkron tidak ada yang dikorbankan.
Hal yang sama juga diakui Geri Dj Wulur SE. Ia mengungkapkan, disamping menyelesaikan tugas-tugas dewan, pihaknya juga harus mengagendakan konsolidasi massa di dapilnya – Donggala. ‘’Saya kira semua teman-teman yang masih mencalonkan diri juga melakukan hal yang sama. Yang pasti tugas-tugas di dewan tidak ada yang dikorbankan. Semuanya jalan bersama-sama,’’ katanya menambahkan.
Sebelummya, DPRD Sulteng memang mengagendakan perjalanan dalam daerah yang dirangkai dengan reses. Dua kegiatan ini dimanfaatkan oleh wakil rakyat untuk konsolidasi politik di dapilnya masing-masing. Sehingga tak jarang, kantor DPRD Sulteng kerap sunyi. Terkadang yang bertahan tinggal Wakil Ketua DPRD Sulteng, Helmy D Yambas. Kebetulan Helmy berasal dari dapil Kota Palu sehingga tetap terlihat hadir di kantor DPRD Sulteng. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar