Menebak Wajah Calon Penghuni DPRD Provinsi Sulteng
Wajah-Wajah Baru Muncul dari Daerah Pemilihan Dua
DONGGALA - Perebutan kursi legislatif dari daerah pemilihan (dapil) Sulteng II cukup mencengangkan. Sejumlah nama tokoh dari partai besar terlibat rivalitas di dapil dengan jumlah pemilih terbesar, yang meliputi Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi. Nama-nama yang diprediksi sebagai caleg beberapa di antaranya adalah wajah-wajah baru. Namun demikian ada juga beberapa incumbent yang bisa bertahan.
Dibanding daerah lain, kursi legislatif yang diperebutkan dari dapil Sulteng dua cukup besar. Maklum ini dapil ini salah satu daerah pemilihan dengan komposisi jumlah pemilih terbanyak di banding lima dapil lainnya di Provinsi Sulawesi Tengah. Sedikitnya ada 30 kecamatan yang tersebar di dua kabupaten ini.
Mengacu dari data tabulasi tim IT Partai Bintang Reformasi dan sejumlah data dari parpol lain menyebutkan, Partai Golkar tetap menempati urutan teratas dengan mengoleksi suara dikisaran 42.108. Dengan angka ini, Golkar hampir dipastikan sukses mengirim dua wakilnya ke DPRD Sulteng, yakni caleg nomor urut 1, Aminuddin Ponulele disusul salah satu anak buahnya Ridwan Yalidjama yang sudah 15 tahun bertahan di DPRD Donggala. Memasuki periode keempatnya, Ridwan dinaikan satu tingkat ke DPRD Provinsi Sulteng. keduanya adalah tokoh senior Golkar. Aminuddin bukan termasuk wajah baru di lingkungan DPRD Sulteng. Ini karena mantan Rektor Untad ini pernah menjadi Ketua DPRD Sulteng periode 1999-2004. Jabatan tersebut praktis hanya diembannya selama satu tahun. Pada 2000, Aminuddin sukses menembus kursi Sulteng 1. Sepuluh tahun berikutnya, Aminuddin kembali menembus DPRD Sulteng. Pendatang baru lainnya, adalah politisi Partai Demokrat As’ad Lawali yang meraup 17.695 suara. Mantan Kajari Donggala ini menempati kursi ketiga. Masih dari dapil Sulteng II, di bawah Partai Golkar dan Demokrat ada politisi Partai Damai Sejahtera (PDS) atas nama Suryawati Hosari alias Meimei. Politisi keturunan Tionghoa yang mencengangkan elit politik di Kabupaten Donggala karena perolehan suaranya yang merata nyaris di semua Kabupaten Donggala. Kehadiran Meimei di pentas politik di wilayah ini cukup fenomenal melihat sambutan publik atas kehadiran yang terbilang baru. Perolehan suaranya hanya beda tipis dengan Partai Demokrat dengan total raihan 16.471. Setelah PDS, muka baru lainnya, adalah Rusli Dg Palaba, politisi Partai Bintang Reformasi yang menempati nomor urut 1. Rusli mengumpulkan 9.878 suara yang disusul kemudian oleh Asgar Djuhaepa dari PPP yang mengoleksi 9.507 suara. Tren penurunan suara di PPP di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, ternyata bisa diselamatkan oleh Asgar Djuhaepa. Walau sempat dilanda perpecahan internal di, namun kader dan simpatisan PPP di wilayah ini konsisten mempertahankan kursinya. Pada Pemilu 2004, PPP Donggala juga sukses mengantarkan wakilnya atas nama Nurmiati Habibu.
Di bawah PPP, politisi Partai Gerindra menguntit di posisi 6, atas nama Muhammad Yasin Dj yang meraup 9.092 suara. Sedangkan politisi senior PDIP Syafrun Abdullah harus puas diurutan kedelapan dengan torehan angka 8.665. Di posisi paling buncit di tempati PKS, yang meraih 8.083 suara, atas nama Syakinah Aldjufri.
Dilihat dari konfigurasi perolehan suara berdasar tabulasi data yang dikumpulkan dari sejumlah parpol, dari 8 parpol tersebut, hanya satu partai baru berhasil meringsek ke posisi 8 besar, yakni Partai Gerindra. Sisanya adalah partai-partai peserta Pemilu 2004. Golkar yang pada Pemilu 2004 meraih 4 kursi di dapil Donggala menyusut menjadi 2 kursi.
Sementara itu, pantauan Radar Sulteng di KPU Donggala kemarin, penghitungan suara dari kecamatan masih terus berlangsung. Dari 30 kecamatan yang ada di Kabupaten Donggala dan Sigi, baru 14 kecamatan yang berhasil dirampungkan. Menurut beberapa saksi parpol, proses penghitungan suara baru akan rampung antara 3 hingga 5 hari kedepan. (yar)
Kamis, 06 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar