Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Kamis, 06 Mei 2010

Manager yang Tak Punya Ruang Kantor Khusus

Kamis, 06 Mei 2010
Manager yang Tak Punya Ruang Kantor Khusus
Mempunyai jabatan mentereng dengan setelan perlente adalah kesan yang kerap disematkan oleh masyarakat pada orang tertentu, apa lagi jika yang bersangkutan sedang memimpin sebuah perusahaan berskala internasional. Namun anggapan seperti itu, bakal tidak bisa kita temui pada diri seorang Yusri MB (32), Restoran Manager KFC Cabang Hasanuddin – Palu yang mengendalikan managemen restoran cepat saji pertama di Sulawesi Tengah itu. Kepada Radar Sulteng, Yusri berbagi cerita soal kiprahnya memimpin perusahaan yang cabang-cabangnya sudah berdiri di seantero pelosok bumi.
Bapak dua anak ini mengatakan, managamen KFC memang tidak mengharuskan pimpinan-pimpinannya berada di belakang meja. Dalam 1 x 24 jam seorang pimpinan harus mengetahui kondisi yang terjadi di sekitar kerjanya terutama yang berkaitan dengan service pelanggan. Makanya sebisa mungkin kata dia, seorang Manager KFC atau Asisten Manager bisa berkantor di semua bagian di restoran tersebut. Apa sebab? ‘’Ini memang prosedur standar yang berlaku di semua restoran KFC secara global,’’ beber mantan Manager KFC Papua ini. Dengan demikian katanya, seorang pimpinan bisa memantau secara langsung kinerja semua bagian mulai dari kasir, petugas cleaning service hingga bagian produksi bahkan bagian teknis. Tugas seorang pimpinan di restoran cepat saji itu, memang tidak melulu harus berada di belakang meja pada ruangan tersendiri. Bahkan seorang pimpinan harus serba bisa. Ia mencontohkan seperti dirinya, yang masuk ke KFC sebagai karyawan biasa. Nyaris semua divisi di KFC pernah dimasukinya. Pengalaman itu urai Yusri ternyata sangat membantu dirinya saat memegang jabatan puncak di perusahaan franchise yang di Indonesia di pegang oleh keluarga Gelael itu. ‘’Pada saat-saat tertentu ketika ada permasalahan entah itu di bagian cleaning service, kasir atau teknis saya bisa turun tangan tanpa harus bergantung pada orang yang bertugas di bidang itu,’’ ungkapnya. Lebih jauh ia mengatakan sebagai perusahaan berskala internasional, system memang sudah berjalan sangat baik. Semua pekerjaan rutin sudah terdistribusi penuh kepada karyawan. Semua karyawan tinggal menjalankan system yang sudah ada sehingga tidak ada tumpang tindih atau overlapping. Tidak ada saling lempar tanggungjawab, semua bertanggungjawab pada perannya masing-masing. Karyawan juga tidak perlu cemas akan masa depannya. KFC memang mempunyai jenjang karir yang jelas dan pasti. Artinya mereka-mereka yang mempunyai kemampuan lebih dipastikan akan mendapat posisi di managemen. Sebaliknya, karyawan yang tidak bisa menunjukan progress yang signifikan akan terpinggirkan dalam percaturan. Selama memimpin KFC Cabang Hasanuddin, Yusri mengaku bisa mencatat progress yang signifikan. Sepanjang tahun KFC mendapat apresiasi dari pemerintah kota sebagai restoran dengan setoran pajak cukup besar. Lantas berapa omzet KFC dalam sebulannya. ‘’Kalau yang itu rahasialah. Tapi coba anda perkirakan saja setiap bulan kita menyetor rata-rata Rp120 juta kepada pemerintah kota Palu. Itu adalah sepersepuluh dari total omzet bersih setiap bulannya,’’ ujar Yusri tersenyum.
Ia berobsesi, KFC Hasanuddin yang saat ini mempekerjakan sekitar 40 karyawan dapat menjadi restoran terkemuka di kota Palu bahkan di Sulawesi Tengah. Tidak saja dari aspek setoran pajak kepada pemerintah tetapi juga dari aspek publik service (kepuasan pelanggan). Olehnya ia tak henti-hentinya meminta kepada semua karyawan tidak saja yang berada di bagian frontline tetapi semua bagian untuk senantiasa memberikan pelayanan paling baik serta kualitas yang prima. Setidaknya dengan terus melakukan inovasi produk dan perbaikan pelayanan, ia dan 40 karyawan KFC Hasanuddin bisa terus berkontribusi terhadap proses pembangunan yang sedang dan akan terus berlangsung di Kota Palu. ‘’Namun tak kalah pentingnya KFC telah turut ambil bagian untuk ikut menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di wilayah ini,’’ demikian Yusri. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar