Rabu, 05 Mei 2010
Lahir dari Keluarga Pluraris
LUSY Shanti (40) tahun adalah keluarga yang pluralis. Setidaknya itu bisa dilihat dari sang kakek yang berdarah Thionghoa bernama Tjoe Pe Tie. Sang kakek tercatat sebagai salah satu tokoh Thionghoa di Palu yang pertama menjejakan kakinya di Bumi Tadulako. Sebagai tokoh yang berasal dari Cina Daratan, ujar alumni SDN Teladan Bumi Sagu ini sang kakek memberikan pengaruh yang besar dalam kehidupannya, khususnya terkait filosopi kehidupan. Salah satunya adalah soal keberagaman. Menilik latarbelakang mantan Bendahara Tim Sukses SBY-JK memang cukup menarik. Istr dari Sutikno ini seolah menjadi pertautan suku, agama dan ras. ‘’Jika dirunut kebelakang saya ini seperti tempat bermuaranya ras, agama dan suku. Karena dalam keluarga saya, ada darah Cina, Kaili dan Arab. Lalu ada juga agama Islam, Kristen, Katolik, Buddha bahkan Konghucu,’’ kata Lusi. Latarbelakang yang beragam itu katanya, menuntun dirinya pada satu kesadaran bahwa perbedaan itu jika dikelola dengan bijak akan melahirkan harmoni kehidupan yang indah. ‘’Ibarat musik orkestra, orang-orang memasikan music yang berbeda-beda, tapi menghasilkan alunan musik yang indah,’’ ujarnya beranalogi. Ia mengaku inilah pelajaran berharga yang didapatnya dari almarhum sang kakek. Bahkan ini akan diteruskan pada generasi setelah dia. (yar)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar