Syukuran Kemenangan SBY Budiono
PALU – Setelah menyatakan menang baik di Sulawesi Tengah maupun nasional oleh sejumlah lembaga survei, sejumlah kader Partai Demokrat langsung menggelar aksi cukur rambut. Gerakan spontanitas itu dilakukan sesaat setelah mayoritas lembaga survei nasional, maupun tim saksi SBY-Budiono di Sulawesi Tengah melaporkan perolehan suara SBY-Budiono jauh meninggalkan lawan-lawannya.
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Palu Yos Mardjuni SE mendapat giliran pertama diikuti oleh kader-kader Partai Demokrat lainnya. Untuk aksi spontanitas itu, Demokrat Kota Palu mendatangkan dua pekerja salon. Syukuran kemenangan SBY-Budiono di Sulawesi Tengah itu, dengan aksi gunting rambut itu dilakukan secara simbolis oleh Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng Achmad Yahya diikuti oleh Koordinator Tim Pemenangan SBY –Budiono Kota Palu, Olivianty lalu disusul oleh Sekretaris Partai Demokrat Sulteng Henry Kawulur. Setelah itu baru diteruskan oleh dua orang pekerja salon.
Syukuran yang berlangsung di Sekretariat Partai Demokrat Kota Palu, Jalan Juanda itu, tak hanya diisi dengan aksi spontan.
Sesaat setelah semua lembaga survei menempatkan SBY-Budiono diurutan teratas, para kader Demokrat langsung menggelar atribut SBY-Budiono yang digunakan saat kampanye lalu.
Bendera-bendera aneka warna bertuliskan SBY dan Budiono di pasang kembali.
Sekretaris Partai Demokrat Sulteng Henri Kawulur mengatakan, dari hasil laporan saksi-saksi di seluruh TPS se Sulteng, SBY-Budiono diprediksikan bakal meraup 60 persen suara. Menurut Henri, nyaris semua daerah kabupaten di Sulteng perolehan suara SBY-Budiono meninggalkan pesaing-pesaingnya. Satu-satunya daerah yang tidak bisa dimenangkan SBY adalah kabupaten Tojo Una-Una. ‘’Di Touna kami kalah, JK yang menang,’’ kata Henri.
Tak hanya di Sekretariat Partai Demokrat Kota Palu yang ramai. Di sekretariat Partai Golkar, Jalan Muh Husni Thamrin Palu Timur, juga ada kegiatan tabulasi suara. Menurut Wakil Sekretaris Partai Golkar Kota Palu, dari hasil penghitungan sementara perolehan suara antara JK dan SBY masih bersaing. ‘’Sudah sekitar 60 ribu suara yang kami tabulasi. Hasilnya, JK dan SBY masih bersaing. Memang Pak SBY yang unggul tapi selisihnya hanya beberapa ratus saja. Sedangkan Mega hanya beberapa ribuan saja,’’ kata Erman. (yar)
didiawali dengan
Sabtu, 08 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar