f-ronishandy
BAGI STIKER – Kader Golkar dan relawan JK Win membagikan stiker di perampatan lampu merah Jalan Hasanudin 17/6 kemarin
JK-Win Bagikan Stiker dan Pamflet
PAN Minta Bentuk
Sekretariat Bersama Timkada
PALU – Setelah puas melakukan konvoi di sejumlah ruas jalan di Kota Palu, kampanye JK-Win diganti dengan pembagian stiker dan pamplet kepada warga kota Palu dan sekitarnya. Para peserta kampanye yang terdiri dari para relawan dan pengurus Golkar Kota Palu berdiri di titik strategis menyapa warga sambil membagi-bagikan stiker bergambar capres-cawapres JK-Win. Menurut Erman Lakuana Sekretaris Tim Pemenangan JK-Win Kota Palu, Golkar bersama tim relawan akan terus mengoptimalkan kesempatan kampanye JK-Win di kota Palu untuk terus menerus memperkenalkan satu-satunya capres asal Sulawesi ke masyarakat kota Palu.
Bukan hanya JK-Win yang menggelar konsolidasi pemenangannya di kota Palu, hal yang sama juga dilakukan pasangan SBY-Budiono. Namun konsolidasi yang dilakukan Timkada (tim kampanye daerah) yang bermarkas di Sekretariat Partai Demokrat Jalan Moh Hatta, kurang mendapat apresiasi memadai dari parpol-parpol pendukung pasangan ini. Salah satunya yang merasa kurang sreg adalah politisi PAN, Suprapto Dg Situru. Suprapto yang mendapat tugas sebagai koordinator daerah di Kabupaten Touna dan sekitarnya mengaku kecewa dengan pola komunikasi yang dibangun salah satu kader Partai Demokrat, Henri Kawulur dengan anggota tim sukses lainnya. Salah satunya adalah soal distribusi logistik kampanye. Henri yang mengatur distribusi logistik ke semua daerah melalui koordinator wilayah masing-masing mengatakan, awalnya ia sudah mendapat jaminan mendapatkan kaos kampanye sebanyak 3.500 buah. ‘’Saya disuruh perintahkan truk penangkut, namun setelah truknya ada, giliran barangnya tidak ada. Setahu saya dia itu (Henri) yang bertanggungjawab,’’ ujar Suprapto kesal.
Olehnya ia menyarankan agar Timkada pemenangan SBY-Budiono membuka sekretariat baru yang lebih nentral, agar pola komunikasi yang berlangsung cukup bagus tidak ada yang merasa lebih, karena mungkin merasa berada di secretariat partainya. Menurut Suprapto bukan hanya dirinya yang merasa sungkan saat harus berada di Sekretariat Partai Demokrat itu. ‘’Teman-teman dari partai lain juga merasakan hal yang sama. Ada perasaan sungkan karena merasa bukan di tempat orang lain. Mestinya harus berada di tempat netral,’’ demikian Suprapto. (yar)
Sabtu, 08 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar