Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Rabu, 05 Mei 2010

Golkar Yakin Bisa Pertahankan Kursi

Rabu, 05 Mei 2010
Demokrat dan PKS
sebagai Pesaing Berat///sub

PALU – Menghadapi Pemilu Legislatif 2009, Golkar Kota Palu mencoba bersikap realistis. Golkar belum berfikir untuk menambah perolehan kursi hasil pemilu 2004 sebesar 15 kursi, tetapi fokus untuk bagaimana mempertahankan komposisis kursi yang ada saat ini. Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Golkar Kota Palu, Erman Lakuana, S.Sos mengemukakan target tersebut cukup realistis mengingat pada pemilu 2004, Golkar memperoleh suara 48,672 persen dari total 170 ribu wajib pilih yang terdaftar. Pada pemilu 2009, kata Erman terjadi penambahan jumlah pemilih sekitar 20 ribu lebih. ‘’Adanya pertambahan jumlah pemilih itulah yang membuat kami yakin bisa mempertahankan perolehan kursi pada 2004,’’ yakinnya.
Keyakinan Partai Golkar itu juga cukup beralasan mengingat caleg-caleg yang dijagokan adalah figur-figur yang mempunyai akar kuat di masyarakat, berasal dari perpaduan berbagai kalangan, yakni tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan tokoh agama serta tokoh pemuda. Selain itu, Kota Palu masih mempunyai pemilih loyal yang pada setiap pemilu terus memberikan pilihannya pada partai Golkar.
Masih menurut Erman, dari tiga daerah pemilihan kota Palu, Golkar menargetkan akan mendulang suara dari Palu Selatan 6 kursi, Palu Barat 4 kursi dan dapil Palu Timur/Utara 5 kursi.
Lebih jauh Erman mengatakan, dari 34 partai peserta pemilu 2009, Golkar mewaspadai tiga partai yang diperkirakan akan mengganggu perolehan suara Partai Golkar. Yaitu Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedangkan partai baru adalah Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang didirikan mantan capres Partai Golkar Wiranto. Dikatakan Erman, Partai Demokrat cukup diwaspadai ini terkait dengan posisi Presiden SBY sebagai pendiri Demokrat. Banyak kebijakan populis yang diluncurkan SBY akhir-akhir ini akan memberikan dampak signifikan terhadapn pilihan politik rakyat. Sedangkan PKS, sebagai partai dengan pengalaman dalam dua edisi pemilih serta model pengaderannya yang solid tidak bisa dipandang sebelah mata. Sementara Partai Hanura walaupun terbilang baru, namun dengan banyaknya tokoh-tokoh Golkar yang menjadi caleg Partai Hanura tetap saja perlu diperhitungkan. Namun secara umum, Golkar dengan potensi sumber daya yang dimilikinya serta dukungan dan loyalitas kader-kadernya diyakini tetap mampu mempertahankan kursinya pada pemilu nanti. Menurut Erman, soal banyaknya tokoh Golkar di partai lain, walau tetap menjadi perhatian namun tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Mengutip pernyataan Gusdur bawha, mereka yang hengkang dari Partai Golkar ibarat telur dan tahi ayam. ‘’Sama-sama keluar dari pantat ayam, tapi yang Golkar adalah telurnya sedangkan yang lain kotorannya,’’ ujarnya. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar