Bertekad Menjadi Kabupaten Hortikultura
Tekad menjadi kabupaten terdepan, juga diupayakan dari aspek hortikultura. Untuk menuju kearah itu, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Parigi Moutong telah membagi-bagikan puluhan ribu bibit durian kepada masyarakat luas.
YARDIN HASAN – PARIGI MOUTON
Terdepan di semua sektor. Itulah obsesi besar yang ingin dicapai oleh pemerintah dan rakyat Parigi Moutong. Tidak saja di sektor pangan dan pendidikan maupun infrastruktur, di bidang pertanian hortikultura, kabupaten yang mempunyai luas wilayah 6.231,85 kilometer ini juga bertekad sebagai daerah penghasil buah terbesar di Sulawesi Tengah. Jika dimungkinkan, bisa masuk dalam jajaran 10 besar nasional, sebagaimana produksi beras. Melihat kesungguhan pemerintah, maka obsesi tersebut bukan mustahil tidak bisa tercapai. Dua jenis tanaman hortikultura yang digenjot adalah durian dan rambutan. Untuk wilayah Sulawesi Tengah, daerah ini memang dikenal sebagai penghasil dua jenis buah tersebut. Bahkan untuk durian, Parigi Moutong mempunyai jenis durian unggulan yang pemasarannya sudah tersebar ke berbagai daerah di Indonesia, khususnya Jawa dan Sulsel.
Kini pemerintah terus menggalakkan tanaman hortikultura, khususnya durian, pemerintah khususnya Distanak telah membagi-bagikan puluhan ribu bibit durian motong kepada penduduk yang tersebar 20 kecamatan se kabupaten Parimo. ‘’Dalam empat tahun terakhir kita membagikan bibit durian montong sedikitnya 20 ribu pohon setiap tahun kepada warga secara cuma-cuma. Tiga empat tahun kedepan, hasilnya sudah terlihat,’’ kata Kadistanak Parimo Ir Nahyun Biantong yang ditemui di ruangannya Rabu (18/11) lalu.
Khusus tanaman durian montong, Distanak telah mepunyai lahan seluas 1.505 hektar di seluruh kecamatan minus kecamatan Palasa dan Mepanga. Terbesar di kecamatan Parigi Selatan dengan luas lahan 348 hektar disusul Parigi Barat 316 hektar serta Parigi Tengah 162 hektar. Sedangkan lahan untuk tanaman rambutan seluas 853 hektar. Lahas terluas di Kecamatan Ampibabo seluas 305 hektar.
Nahyun mengatakan, karena yang digalakkan merupakan tanaman keras, maka hasilnya baru akan diterasa setidaknya pada 3 atau 4 tahun kedepan. Menurutnya, pada gilirannya nanti, komoditi komoditi ini memberikan nilai tambah yang signifikan buat masyarakat.
Untuk saat ini saja, dimana tanaman durian masih terkosentrasi pada beberapa wilayah saja, produksinya sudah mencapai 4.078 pertahun dengan penghasilan perhektar sebesar 94,10 kwintal perhektar. Ada pula komoditi lain yang produktivitasnya juga terbilang tinggi, yaitu jeruk/orange. Produksinya mencapai 8.631 ton dengan penghasilan sebesar 120,90 kwintal perhektar.
Saat ini, Kabupaten Parigi Moutong telah menempatkan dirinya sebagai penghasilan buah durian berkualitas di Sulawesi Tengah. ‘’Pada saatnya nanti kita juga ingin mencatatkan diri sebagai penghasil buah yang tidak saja dikenal Sulteng tetapi juga nasional. Kalau soal brand kita sudah punya, yaitu durian montong. Tinggal masyarakatnya didorong, dimotivasi untuk menggalakkan tanaman jenis ini,’’ harapnya. (selesai)
Rabu, 12 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar