Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Kamis, 06 Mei 2010

Caleg Mulai Konsentrasi ke Saksi

Kamis, 06 Mei 2010
Caleg Mulai Konsentrasi ke Saksi
PALU – Pemilu legislatif benar-benar menguras tenaga dan tentu saja dana. Setelah melakukan kampanye door to door, menyebar stiker dan baliho, kini konsentrasi para caleg mulai terarah penyiapan saksi yang akan ditempatkan di setiap TPS (tempat pemungutan suara). Untuk menyiapkan saksi, para caleg kembali harus menyiapkan dana dalam jumlah besar. Beruntung, caleg-caleg tersebut menyiasatinya dengan melakukan sharing dengan caleg di tingkat pusat, provinsi dan caleg kabupaten/kota. Seperti yang dilakukan oleh PDIP. Ketua PDIP Palu Timur, Yuliana Alkaf, mengatakan, PDIP mengambil kebijakan untuk melakukan sharing pembiayaan saksi. Menurut Yuliana jika biaya saksi ditanggung sendiri, akan sangat memberatkan caleg yang bersangkutan. Contohnya, jika dapil Palu III dengan 200-an TPS, dan satu orang saksi dibayar sebesar Rp50 ribuan makan satu caleg harus mengeluarkan Rp20-an juta lebih. Olehnya kata caleg dari dapil Palu III ini, PDIP untuk mengambil kebijakan untuk sharing pembiayaan sesama caleg. Komposisinya, 50 persen caleg DPR RI, 30 persen caleg DPRD Provinsi dan 20 persen. ‘’Jadinya dengan skema seperti ini agak ringan,’’ kata Yuliana. Untuk saksi-saksi pihaknya tetap memprioritaskan kader-kader partai.
Sedangkan Partai Demokrat sejauh ini belum menentukan model pembiayaan saksi, apakah ditanggung sendiri-sendiri atau tanggung renteng sesama caleg. Caleg Partai Demokrat Lucy Shanti, mengatakan, saat ini Partai Demokrat Sulteng sudah menyurat ke DPP Partai Demokrat untuk meminta penjelasan soal pembiayaan saksi. Dia berharap pimpinan pusat juga menerapkan kebijakan sharing antarcaleg. Dengan demikian biaya untuk saksi tidak terlalu memberatkan caleg.
Beruntung bagi partai karena masih bisa menggunakan kader-kader di struktur partai untuk menjadi saksi di TPS. Untuk pemilih perorangan, saksi-saksi di TPS harus ditangung sendiri. Calon anggota DPD, Hardi Yambas mengemukakan, pihakknya diuntungkan dengan adanya struktur Granat yang saat ini sudah sampai di ibukota kecamatan bahkan desa. Struktur organisasi Granat inilah yang membantunya untuk menjadi saksi di TPS. Walaupun demikian tidak semua TPS di Sulteng yang mencapi 5.600 TPS bisa ditempati oleh saksinya. Saksi yang efektif berada di tingkat kecamatan. Sedangkan di desa pihaknya akan menggunakan relawan-relawan Granat yang dipimpinnya untuk bersaksi di TPS. Di samping itu katanya pihaknya juga mencoba bekerja sama dengan pimpinan partai yang mempunyai hubungan emosional agar saksi dari partai itu mencatat perolehan suaranya di TPS. Totalnya kata Hardi 2000 ribuan relawan dan 100 saksi di tingkat kecamatan sudah disiapkan. Khusus untuk biaya saksi disiapkan mencapai Rp100 jutaan. Jumlah ini katanya masih jauh dari cukup jika dibandingkan dengan jumlah TPS yang ada di Sulawesi Tengah. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar