Aminuddin: Soal Emas Poboya Terserah Penguasa
PALU – Mengomentari rencana pemerintah provinsi Sulteng untuk membuka kembali ekploitasi emas Poboya, Mantan Gubernur Sulteng Aminuddin Ponulele, ternyata masih tetap dengan sikapnya semula. Ia tetap bersikeras menolak kehadiran tambang raksasa di Poboya. Ditemui di VIP Bandara Mutiara Palu, Sabtu (21/3), Aminuddin mengatakan, dasar penolakannya terhadap kehadiran perusahaan tambang di wilayah itu, lebih disebabkan karena kekhawatirannya akan rusaknya ekosistem yang pada gilirannya mengancam keselamatan masyarakat.
Menurut dia, kepentingan ekonomi memang penting, tetapi aspek lingkungan juga tak kalah pentingnya untuk diperhitungkan. ‘’Saya menolak semata-mata karena faktor lingkungan. Tidak ada pertimbangan lain-lain,’’ jelas mantan Guru Besar bidang lingkungan Universitas Tadulako ini. Saat ditanya soal rencana pemerintah provinsi untuk mengizinkan ekploitasi emas Poboya dibuka, Aminuddin mengaku tidak bisa berbuat banyak. ‘’Pemerintah kan punya hak. Kan dia yang memegang kekuasaan. Terserah dia kalau mau merusak negeri ini,’’ kata Aminuddin datar.
Ia mengatakan bahwa jika Bumi Poboya dieksploitasi dan tentunya akan mengubah konstruksi lingkungan secara ekstrem. Dan itu, dari aspek lingkungan jelas sangat rugi. Yang terancam bukan hanya habitat di lingkungan itu, tetapi juga mengancam kehidupan manusia. ‘’Jangan hanya mengedepankan kepentingan ekonomis, aspek kemanusiaan juga tak kalah penting dan dia adalah di atas segala-galanya,’’ imbau Aminuddin.
Namun demikian, ia masih belum yakin, pemerintah sekarang ini akan dengan mudah meloloskan rencana eksploitasi tersebut, karena taruhannya sangat besar untuk lingkungan dan masa depan anak cucu. (yar)
Kamis, 06 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar