Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Sabtu, 08 Mei 2010

Bersama Perawat Teladan se Sulteng

Sabtu, 08 Mei 2010
Predikat Terbaik, Butuh Proses Panjang Berliku


MENYANDANG predikat terbaik sudah pasti mempunyai kebanggaan tersendiri. Tidak semua individu yang menjalani profesi yang sama dapat menyandang predikat tersebut. Selain itu, untuk mencapai kearah itu, banyak tantangan yang dilalui. Inilah manusia-manusia hebat yang puluhan tahun mengabdikan dirinya untuk kemanusiaan

Apa yang Anda lakukan sehingga mendapat predikat terbaik?

Lutfiah: Kalau saya mungkin mungkin lebih ke soal pencegahan DBD (demam berdarah) , kemudian pemantauan gizi, cakupan pelayanan bumil (ibu hamil) dan balita di Posyandu. Namun sebagai pimpinan institusi mungkin bukan hanya itu yang menjadi penilaian. Di Puskesmas saya (Mabelopura,red) pelayanan terus ditingkatkan serta administrasi juga dibenahi selain penanganan pasien. Saya kira ini yang menjadi penilaian para juri.
Arni: yang saya lakukan sebenarnya sederhana saja seperti juga bidan-bidan lainnya. Tapi memang saya cukup intens selama 13 tahun. Tapi dua tahun terakhir saya dan teman-teman mencatat rekor ibu hamil yang melahirkan di Pustu sebesar 100 persen. Saya kira nilai plusnya di situ
Syamsudin: selama ini saya bekerja sesuai dengan tugas-tugas saya. Tapi setidaknya ada dua hal yang saya lakukan secara kontinyu dan itu sesuai dengan program pemerintah Kabupaten Banggai bebas gizi buruk pada 2019. Yakni, pemberian makanan tambahan dan penyuluhan soal gizi buruk. Selain itu saya dan tim juga kerap melakukan sweeping terhadap bayi yang kurang gizi untuk diberikan nutrisi yang cukup

Seberapa besar arti gelar itu bagi Anda?
Lutfiah: ini akan menjadi motivasi untuk berbuat yang terbaik. Bekerja lebih baik lagi untuk memberikan pengabdian kepada masyaraka, bangsa dan agama.
Arni: Bidan terbaik itu bukan hadiah, tapi saya bersyukur, apalagi penghargaan seperti ini tidak bisa dinilai dengan uang
Syamsudin: Ini adalah awal dari karir saya yang sesungguhnya mudah-mudahan predikat ini memberikan motivasi untuk berbuat lebih baik lagi


Apakah Anda merasa pantas mendapatkan predikat ini?
Lutfiah: kalau ditanya seperti itu, saya merasa belum pantas karena mungkin yang saya lakukan masih belum seberapa, terlebih jika dibandingkan dengan kondisi kesehatan masyarakat yang masih membutuhkan penanganan. Tapi paling tidak ini menjadi motivasi untuk berbuat yang lebih baik lagi
Arni: kalau dibilang pantas saya kira terlalu berlebihan justru saya merasa masih kurang. Tapi paling tidak ini menjadi motivasi saya dan juga teman-teman untuk berbuat yang terbaik lagi
Syamsudin: kalau soal layak dan tidak layak, itu adalah otoritas penilai. Yang pasti predikat sebagai nutrision teladan itu bukan tujuan dan akhir dari pengabdian. Justru saya merasa ini adalah awal dari pengabdian yang sesungguhnya

0 komentar:

Posting Komentar