Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Kamis, 06 Mei 2010

Andi Patongai Cs Diminta Keluar dari FPG

Kamis, 06 Mei 2010
Andi Patongai Cs Diminta Keluar dari FPG

PALU – Orasi kampanye petinggi PPP di lapangan Abadi Talise beberapa waktu lalu, memicu ketersinggungan politisi Golkar di DPRD Kota Palu. Buntutnya, PPP yang selama ini tergabung dalam Fraksi Golkar Kebangsaan (Gabungan PPP dan Golkar) diminta angkat kaki dari ruang Fraksi Golkar DPRD Kota Palu.
Pasalnya, orasi Ketua DPC PPP Kota Palu Andi Patongai dalam kampanye terbuka beberapa waktu lalu, ternyata melukai perasaan politisi Golkar di DPRD Sulteng.
Salah satu anggota FPG DPRD Kota Palu, meminta kepada Ketua Fraksi Golkar agar mengeluarkan Andi Patongai Cs dari komposisi Fraksi Partai Golkar karena membuat pernyataan yang dinilai tidak etis mengingat, PPP sendiri berada dalam naungan Partai Golkar. Menurut Azhar Yahya, dalam orasi kampanyenya, Andi Patongai menyebut Palu sebagai kota sampah. ‘’Dia menyerang pemerintah soal sampah padahal dia sendiri bergabung dengan fraksi pendukung pemerintah. Saya mau tanya, apa maunya Andi Patongai itu,’’ tegasnya.
Azhar yahya mengatakan, ia tidak mempermasalahkan seandainya Andi Patongai sendiri berada di luar fraksi Golkar lalu kemudian memosisikan diri sebagai pengeritik pemerintah, walau tidak dikatakan sebagai oposan. Permasalahannya Andi Patongai bergabung dengan Fraksi Golkar, lalu kemudian berkoar-koar mengeritik pemerintah, padahal dia sendiri ada dalam barisan pendukung pemerintah. Ia mengatakan silakan mengeritik bahkan FPG sendiri boleh memberikan masukan kritis asalkan kritik atau masukan itu bersifat realistis. Dalam konteks sampah katanya, bukan hanya pemerintah yang mesti disalahkan. Rakyat juga perlu dibangun kesadarannya karena ini menyangkut budaya dan pola hidup masyarakat, bukan semata-mata pemerintah. ‘’Saya menyayangkan pernyataan seperti itu, apalagi soal sampah hanya dijadikan komoditas politik kampanye untuk meraih simpati konstituen. Pada selama di Fraksi Golkar saya belum pernah mendengar solusi Andi Patongai soal penanganan sampah,’’ kritiknya.
Dikatakannya, permintaan agar Andi Patongai segera angkat kaki dari ruang Fraksi Golkar bukan hanya gertak sambal. Paling tidak katanya, ia akan menemui pimpinan fraksinya untuk menyampaikan maksudnya tersebut.
Sedangkan Ketua Fraksi FDA Yos Sudarso mengaku, dalam kampanyenya ia tidak mau membangun konfrontasi baik kepada sesama partai maupun kepada pemerintah. ‘’kritik boleh bahkan dianjurkan asalkan untuk kepentingan semua pihak bukan sekadar komoditas politik untuk mencari popularitas instan,’’ sindirnya. Terhadap pemerintahan yang saat ini dikendalikan Golkar, Yos Sudarso mengatakan, akan memberikan dukungan jika kebijakan itu berpihak pada rakyat. Sebaliknya jika berseberangan dengan kepentingan orang banyak, akan mengambil sikap kritis.(yar)

0 komentar:

Posting Komentar