Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Kamis, 06 Mei 2010

Gelar Ibu Poso, Bukan Inisiatif Pribadi

Kamis, 06 Mei 2010
Gelar Ibu Poso, Bukan Inisiatif Pribadi
PALU – Caleg Nomor 2 Partai Demokrat, Retna Situmorang, mengaku gerah dengan aksi sejumlah pihak yang mencoba mempolitisir baliho miliknya yang mencantumkan ‘’Ibu Poso’’. Ia mengatakan, gelar Ibu Poso yang disematkan kepadanya sama sekali bukan inisiatif dirinya untuk mencari popularitas. Melainkan gelar yang diberikan oleh teman-temannya di DPR maupun koleganya di pemerintahan. ‘’Ini adalah gelar spontanitas yang diberikan teman-tema saya baik di DPR maupun di departemen karena saya termasuk salah satu yang gigih memperjuangkan adanya Pansus soal Poso,’’ terang Retna dalam keterangan persnya kemarin. Ia menyesalkan ada pihak-pihak tertentu yang menyudutkan dirinya dengan mengekspoitasi perkataan Ibu Poso dalam balihonya seolah-olah dirinya ada Ibu Poso dalam arti yang sebenarnya. ‘’Ini kan hanya gelar dari teman-teman, tidak boleh ditafsirkan sebagai ibu biologis karena kawin dengan orang Poso, bukan seperti itu. Sebenarnya hal ini mudah saja dipahami tapi substansinya sengaja dibelokkan untuk kepentingan politik kelompok-kelompok tertentu,’’ serang Retna. Dikatakannya, mestinya mereka-mereka yang mempolitisir baliho miliknya harus memahami tanda kutip yang terdapat pada kalimat Ibu Poso. Pemberian tanda kutip tersebut katanya mengindikasikan bukan makna sebenarnya. ‘’Tapi dasar politisi tetap saja itu dilihat dari aspek politik. Tapi saya merasa terganggu dengan manuver-manuver mereka itu,’’ ujar Retna dengan nada tinggi. Ia meminta, agar persaingan politik berlangsung fair play, tidak dengan memojokan orang dengan isu-isu murahan.
Untungnya kata Retna, manuver politik itu tidak mempan. Terbukti, dalam berbagai kesempatan bertemu dengan masyarakat di Sulawesi Tengah, dirinya mendapat sambutan hangat dari masyarakat, bahkan mayoritas masyarakat yang ditemui menyapanya dengan sebutan ‘’Ibu Poso’’. Masalah tersebut bahkan sudah dilaporkan ke DPP Partai Demokrat. Namun oleh pimpinan pusat katanya, dirinya diminta untuk konsentrasi terlebih dahulu pada Pemilu legislative yang tinggal beberapa hari lagi.
Dikatakannya, sebagai wakil rakyat asal Poso, dirinya sudah terlalu sering menyuarakan kepentingan masyarakat di daerah ini. Salah satu contohnya, adalah perjuangannya untuk membentuk Pansus Poso. Salah satu tujuan dari Pansus yang diusulkannya itu katanya adalah untuk mengatasi keamanan warga di daerah Poso. Lebih jauh ia mengatakan, walaupun merasa difitnah dengan isu Ibu Poso tersebut, namun dirinya tidak berniat membawa masalah ini di depan hokum. ‘’Saya terlalu banyak urusan untuk hal-hal seperti ini. Tidak ada lagi waktu untuk membawa ini ke masalah hokum. Hanya saya minta agar persaingan dilakukan secara sehat. Karena itu juga menjadi bagian dari pendidikan politik buat rakyat,’’ demikian Retna. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar