43 Perusahaan Ikut Tender Logistik Pemilu
Panitia Masih
Buka Pendaftaran///sub
PALU – Panitia tender logistik Pemilu KPU Sulteng pada Senin (19/1) kemarin menggelar aanweizjing terhadap 43 bagi perusahaan yang telah mendaftar dalam tender logistik Pemilu kali ini. Ke-43 perusahaan tersebut umumnya adalah perusahaan lokal, namun ada juga beberapa perusahaan yang berasal dari luar daerah seperti, Jakarta, Surabaya, Makassar dan Kalimantan.
Kepada Radar Sulteng Kepala Subbagian Umum dan Logistik KPU Provinsi Sulteng Aslam Adigama, SSos, mengatakan ke 43 perusahaan peserta tender kemarin telah mengikuti penjelasan soal tender yang dilakukan oleh panitia yang berasal dari Biro Perlum, Dinas Perhubungan, Dinas Perindagkop serta Dinas PU Sulteng serta dari kalangan KPU Sulteng sendiri. Total ada lima paket yang ditender. Paket pertama adalah cetakan formulir seri C, D dan E dengan pagu anggaran Rp2,6 miliar. Paket kedua adalah kelengkapan TPS lainnya (ATK) senilai Rp1,1 miliar. Kemudian paket ketiga cetakan formulir model A dengan besar anggaran Rp515 juta lebih serta paket keempat pengadaan kotak suara dan gembok. Pagu anggaran Rp268 juta serta paket kelima adalah pembuatan bilik suara dengan nilai Rp1,3 miliar. Total kelima paket tersebut mencapai Rp5,925 miliar. Menurut Aslam diupayakan pada 24 Februari pekerjaan untuk lima paket tersebut sudah rampung dan sudah diterima KPU di gudang KPU untuk disortir, dengan demikian pada pertengahan Maret logistik Pemilu tersebut sudah berada di kabupaten/kota.
Adapun pekerjaan yang akan ditender meliputi, cetakan formulir model A3, kotak suara sebanyak 426 buah, gembok serta bilik suara sebanyak 8.209 buah. Kemudian, formulir seri B, C dan D serta yang terakhir kelengkapan TPS lainnya yakni kebutuhan ATK. Total pagu anggaran untuk kelima jenis pekerjaan tersebut sebesar Rp5 miliar lebih. Pagu anggaran terbesar adalah untuk pengadaan bilik suara sebanyak 8.209 buah. Menurut Aslam, sesuai perhitungan KPU Sulteng, biaya satu bilik suara sebesar Rp166.800. Jika yang dikerjakan sebanyak 8.209 buah bilik suara maka total pagunya mencapai Rp1,3 miliar lebih. Disusul pengadaan kotak suara pagu anggarannya sebesar Rp101.558.400.
Ia mengatakan, salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan peserta tender, minimal perusahaan-perusahaann tersebut mempunyai core business sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dilelang yakni percetakan. ‘’Makanya panitia akan melakukan survei ke perusahaan, apakah mampu melakukan pekerjaan atau tidak,’’ kata Aslam. (yar)
Selasa, 04 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar