Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Kamis, 06 Mei 2010

Versi PAN, PDIP Tidak Lolos ke DPRD Sulteng

Kamis, 06 Mei 2010
Versi PAN, PDIP Tidak Lolos ke DPRD Sulteng

Andi Patongai Bantah Data PDIP

PALU – Saling klaim suara antarpartai terus terjadi. Kali ini antara PAN dan PDIP. Setelah PDIP melansir perolehan suara untuk DPRD Sulteng dengan menempatkan PAN di posisi kelima itupun harus bersaing dengan Golkar untuk memperebutkan kursi paling buntut itu, kini giliran PAN yang melansir hasil penghitungannya.
Sebelumnya, Sekretaris Bappilu Golkar Kota Palu Erman Lakuana berdasarkan perhitungan suara dari saksi-saksi, juga optimistis Golkar akan mendapat dua kursi dari dapil Sulteng 1.
Sekretaris PAN Sulteng, Lutfi Lembah mengemukakan, kursi keempat adalah milik PAN. Bukan milik PDIP seperti yang dilansir di harian ini edisi 16/4.
Susunannya adalah, kursi pertama oleh Partai Golkar, disusul Demokrat, kursi ketiga PKS, kursi keempat PAN dan kelima Partai Hanura. ‘’Justru PDIP yang tidak masuk ke DPRD Sulteng,’’ balas Lutfi tak kalah sengit. Sesuai hasil rekap dari saksi PAN kota Palu, jumlah suara sah pada Pemilu 9 April lalu kurang lebih 101 ribu suara. Itu berarti kata Lutfi bilangan pembagi pemilih atau BPP di kisaran 20 ribu. Dari hasil perhitungan PAN katanya, suara sah tersebut terdistribusi ke lima partai yakni, Golkar dengan 19 ribu suara, Demokrat 14 ribu suara disusul PKS 7 ribu dan PAN 6 ribu dan terakhir Partai Hanura dengan total raihan 4 ribu. ‘’Saya tidak ingin mendebat data PDIP, tapi hasil perhitungan kita PDIP justu tidak masuk dalam komposisi yang masuk ke DPRD Sulteng,’’ tandas Lutifi.

PPP BANTAH DATA PDIP
Tak hanya PAN yang kebakaran jenggot dengan suara yang dilansir PDIP. PPP Kota Palu juga membantah hasil perhitungan PDIP dengan menempatkan Hj Tasriana sebagai caleg terpilih dari dapil Palu Barat. Menurut Abdul Aziz Sekretaris Lajna Pemenangan Pemilu LP2 PPP Kota Palu, kursi PPP dari dapil Palu Barat bukan ditempati Hj Tasriana melainkan kursi milik Andi Patongai. Asumsinya ujar caleg nomor 1 PPP dari dapil Palu Selatan ini, berdasarkan perhitungan sementara di PPK Palu Barat, yang kemarin baru merampungkan 5 kelurahan perolehan suara Andi Patongai terus memimpin di antara dua caleg saingannya yakni Hj Tasriana dan Kastu Sinanang. Selain itu, data saksi PPP di dapil Palu Barat yang sudah selesai direkap tetap menempatkan Andi Patongai diurutan pertama. Aziz mengatakan, tiga caleg ini perolehan suaranya bersaing. Andi Patongai diurutan pertama dengan total suara 868 suara disusul Hj Tasriana dengan raihan 540 suara dan di posisi ketiga Kastu Sinanang 380 suara.
Masih menurut Aziz, data yang dilansir PDIP tersebut, akan bisa membuat disharmonisasi antarpengurus PPP kota Palu, khususnya antara Andi Patongai dan Hj Tasriana. ‘’Kesannya seolah-olah Pak Andi dengan posisinya sebagai ketua partai sudah mendzalimi rekannya dengan sengaja mengambil suara orang lain. Padahal faktanya tidak demikian. Ini yang kita sesalkan,’’ ujar Aziz.
Beruntung kata dia, kader-kader PPP sekaliber Hj Tasriana termasuk kader matang sehingga tidak terpengaruh dengan hal-hal semacam ini. Inilah kata Aziz yang sangat dijaga oleh PPP dengan tidak melansir hasil penjumlahan suara yang dilakukan oleh Lajnah LP2 PPP, karena bisa saja data yang disampaikan kurang valid sehingga akan mengganggu keharmonisan kader di partai lain. Berbeda jika yang mengeluarkan suara adalah lembaga berwenang seperti PPK atau KPU. (yar)


Distribusi kursi DPRD Sulteng versi PAN//////

Golkar 1 kursi = 19 ribu suara
Demokrat 1 kursi = 14 ribu suara
PKS 1 kursi = 7 ribu suara
PAN 1 kursi = 6 ribu suara dan
Hanura 1 kursi = 4 ribu suara

Sumber Bappilu PAN Sulteng

0 komentar:

Posting Komentar