f-dok
HB Paliudju
Terusan Katulistiwa Direspons Bappenas
PALU – Proyek mercusuar Pemprov Sulteng yang berencana membuka Terusan Katulistiwa mendapat respons dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Gubernur HB Paliudju yang ditemui beberapa waktu lalu, mengemukakan, Menteri Negara Bappenas Paskah Suzetta berencana akan menurunkan tim untuk melakukan visibility study (studi kelayakan) di wilayah itu. Kegiatan tersebut kata, Paliudju akan dilakukan oleh tim dari Bappenas sedangkan Pemprov Sulteng melalui Bappeda Sulteng akan memfasilitasi. Ia berharap, melalui proses visibility study tersebut megaproyek yang diprediksikan menyita dana triliunan rupiah itu, bisa terlaksana. ‘’Sifat proyek tersebut memang tidak mendesak, tetapi dalam konteks interkoneksi wilayah di Sulawesi keberadaan Terusan Katulistiwa tersebut menjadi sangat urgen,’’ kata Paliudju.
Soal kepastian turunnya tim dari Bappenas tersebut, Paliudju mengaku dipastikan tahun 2010, pasalnya anggaran untuk melakukan untuk visibility study baru akan diajukan pada APBN Perubahan 2009. Terkait dengan itu, katanya, pihak Bappenas meminta Pemprov Sulteng mengajukan proposal yang berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan Terusan Katulistiwa. ‘’Soal bentuk proposalnya coba cek sama Pak Rais (Kepala Bappeda, red). Di sana yang tahu detailnya,’’ ujar Paliudju saat ditanya soal isi proposal tersebut.
Selain proposal, Bappenas juga menyarankan untuk menggelar seminar untuk membahas plus minus Terusan Katulistiwa tersebut.
Pemerintah pusat ungkap Paliudju sangat respek terhadap rencana pembukaan terusan tersebut karena secara geografis wilayah ini memang potensial untuk dikembangkan transportasi laut. ‘’Pemerintah pusat melihat, kalau di Kalimantan cocok pembangunan transportasi darat, makanya di sana akan dibangun jalan kereta api. Kalau di Sulawesi Tengah cocoknya transportasi laut,’’ urainya.
Sayangnya, pihak Bappeda Sulteng selaku leading sector untuk berhasilnya proyek tersebut, tidak mau memberikan komentar soal rencana pembangunan proyek tersebut. Sekretaris Bappeda Sulteng Dr Fahruddin Yambas, yang ditemui kantor Bappeda mengaku, selain dirinya ada juga bagian yang paham soal keberadaan Terusan Katulistiwa. Tapi hak publikasi ada sama Kepala Bappeda Rais Lamangkona.
Rais sendiri yang dihubungi kemarin tidak memberikan respons. Di telepon melalui handphonenya tidak dijawab. Ditemui di kantornya tapi tidak bisa menerima wartawan. (yar)
Kamis, 06 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar