Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Kamis, 06 Mei 2010

Terbuka Peluang Gugatan ke MK

Kamis, 06 Mei 2010
Terbuka Peluang Gugatan ke MK
PALU – Tingginya persaingan antarcaleg yang ditunjukan dengan saling klaim suara, membuka peluang munculnya gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ketua Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Sulteng, Drs H Slamet Riyadi Cante memprediksi kemungkinan itu sangat besar, melihat tingginya klaim-klaim suara antarpartai.
Terlebih katanya, masing-masing partai seolah merasa didukung basis data yang kuat soal hasil perolehan suara Pemilu. Walaupun penentuan suara akhir tetap berada di tangan KPU, namun melihat kecenderungan partai-partai yang terus memberikan pressure ke publik terkait perolehan suara, maka tidak menutup kemungkinan saling gugat ke MK akan terjadi. ‘’Memang sebaiknya seperti itu. Salurannya memang ke MK, ini bagus supaya caleg jangan saling mengarahkan massa. Kalau ada yang merasa tidak puas bisa langsung ke MK,’’ katanya.
NAIKNYA PD KARENA FAKTOR SBY
Sementara itu, terkait meroketnya suara Partai Demokrat (PD) di Sulawesi Tengah mengalahkan partai-partai yang sudah mengakar kuat di masyarakat, menurut Slamet lebih disebabkan oleh factor pencitraan yang dilakukan SBY. Bukan prestasi Partai Demokrat melalui kerja-kerjanya politiknya. Pesan-pesan politik yang disampaikan pendiri Partai Demokrat itu ternyata diapresiasi dengan baik oleh masyarakat. ‘’Naiknya suara Demokrat, karena factor SBY berhasil mencitrakan dirinya sebagai pemimpin yang layak dipilih. Jadi bukan karena kerja mesin politik Partai Golkar,’’ ujar Slamet.
Ia mengamati, kerja-kerja politik Partai Demokrat di Sulawesi Tengah, tidak lebih seperti partai-partai lainnya. Tidak ada kelihatan konsolidasi partai yang signifikan layaknya partai-partai besar lainnya.

Pengajar Fisip Untad ini memberikan contoh, bahwa suara PD didongkrak oleh popularitas SBY, terlihat pada Pemilu 9 April lalu. Banyak masyarakat pemilih yang mungkin tidak mengenal caleg-caleg yang ditampilkan lalu mencentang pada lambing partainya. Ini mengindikaskan bahwa masyarakat memang sangat percaya dengan Partai Demokrat yang dibidani SBY untuk memperjuangkan kepentingan mereka.

Lantas bagaimana dengan Partai Golkar? Di mata Slamet, Golkar gagal meyakinkan masyarakat bahwa sukses pemerintahan saat ini tidak terlepas dari campur tangan Golkar. Beberapa program populis seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), PNPM Mandiri hingga stabilitas nasional seperti perdamaian Aceh, Poso dan Ambon adalah ide dari Golkar dalam hal ini Jusuf Kalla, lalu kemudian di eksekusi oleh kader-kader Golkar di parlemen. ‘’Sayangnya keberhasilan ini tidak bisa diklaim oleh Golkar sebagai keberhasilannya pula. Demokrat malah melakukannya dengan baik, hasilnya bisa kita lihat suaranya melonjak drastis,’’ demikian Slamet. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar