Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Kamis, 06 Mei 2010

Maju Sebagai Caleg setelah Sukses Pilpres dan Pilkada

Kamis, 06 Mei 2010
f-dok
Lucy Shanti

Maju Sebagai Caleg setelah Sukses Pilpres dan Pilkada

UMUMNYA para aktivis parpol memang mengimpikan menjadi calon legislative. Selain mendapat predikat yang terhormat, beragam fasilitas dan gaji juga menanti mereka. Namun politisi Partai Demokrat Lusy Shanti yang digadang-gadang bakal menempati kursi kedua dari dapil Kota Palu setelah Vera mastura, mengaku motivasinya menjadi anggota dewan
lebih disebabkan oleh keinginannya memberikan sedikit kemampuan yang dimilikinya untuk memperjuangkan kalangan masyarakat bawah yang selama ini cenderung terpinggirkan. Perkenalan dengan dunia politik aku Lusy masih terbilang belum seberapa terlebih jika dibandingkan dengan teman-temannya yang lain. Di awali pada 2003 ketika ia didaulat menjadi bendahara tim sukses SBY-JK di Sulteng bersama Gubernur HB Paliudju sebagai ketua tim suksesnya. Dari situ katanya dia mulai mengenal bagaimana cara-cara kerja politik. Mulai dari bagaimana melakukan komunikasi politik berdasarkan pendekatan sosiologis hingga bagaimana melakukan pemetaan massa untuk menentukan isu yang disampaikan, sedikit demi sedikit mulai memancing ketertarikannya. Sukses membawa pasangan SBY – Jk dengan perolehan 60 persen lebih di Sulawesi Tengah, Lusy mengaku semakin kesengsem dengan dunia yang sebelumnya terasa asing baginya itu.
Pada 2004 ia pun masuk dalam barisan tim sukses BP-AY untuk Pilkada Gubernur Sulteng. Di sini insting politiknya semakin terasah. Betapa tidak kata dia, lawan-lawan yang dihadapi oleh pasangan BP-AY adalah kandidat tangguh yang didukung tidak saja kemampuan finansial yang cukup tetapi juga infrastruktur partai yang mapan serta figure-figur yang kredibel. Tim sukses BP-AY katanya dipaksa memeras otak bagaimana menyiasati kekurangan untuk menghadapi persaingan sengit Pilkada. Misalnya, bagaimana mendekati parpol-parpol dengan kemampuan dana yang terbatas, bagaimana melakukan kampanye dengan dana yang terbatas pula. ‘’Namun Alhamdulilah kekurangan-kekurangan ini bisa diatasi hingga akhirnya BP-AY bisa menang Pilkada,’’ katanya. Sukses di dua even tersebut, membuat dirinya memberanikan diri masuk dalam kancah politik praktis. Lusy yang menjabat sebagai bendahara Partai Demokrat itu pun maju sebagai caleg nomor 1 dari dapil Sulteng 1 kota Palu. Berada di dapil ‘’maut’’ membuat dirinya tertantang. ‘’Kota Palu kan barometer politik di Sulawesi Tengah, jadi memang harus punya persiapan matang,’’ katanya mengenang. Walaupun diunggulkan bakal melenggang mulus ke kursi dewan, Lusy mengaku ini bukan hasil dari sebuah perjuangan. ‘’Justru saya merasa inilah awal perjuangan sesungguhnya. Mengawal aspirasi rakyat yang telah memberikan kepercayaannya kepada kita, ini bukan perkara gampang,’’ ujar Lusy. Ia akan berusaha untuk membawa aspirasi masyarakat sesuai tugas dewan terkait legislasi, pengawasan dan anggaran. Untuk kepentingan itu katanya maka perlu keterpaduan semua anggota dewan untuk memperjuangkan aspirasi rakyat yang diwakilinya. Karena tidak mungkin kerja-kerja semacam itu dibebankan sendiri pada anggota dewan, tetapi harus dilakukan secara kolektif. ‘’Kan tidak mungkin saya sendiri berkoar-koar minta dibuatkan jembatan untuk masyarakat lalu yang lain tidak mendukung. Ini juga tidak mungkin,’’ ungkapnya.
Soal persiapan Lusy mengaku belum ada persiapan. Alasannya tidak ingin mendahului keputusan KPU yang belum mengeluarkan keputusan cakeg terpilih. Tapi paling tidak sudah ada persiapan sedikit sedikit khususnya soal tugas-tugas kedewanan. Kalau soal persiapan busana? ‘’Kalau soal itu tidak perlu dipersiapkan secara khusus, nanti juga ada dengan sendirinya. Yang penting persiapan tambah SDM dulu,’’ pungkasnya. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar