Harapan Paliudju Terhadap Kabinetnya///sub
SKPD Harus Fokus Pada Pengentasan Kemiskinan
GUBERNUR HB Paliudju mengawali 2009 dengan membentuk kabinetnya. Sekitar 700-an pejabat eselon II, III dan IV dilantik. Seperti apa harapan Paliudju terhadap kabinetnya? Berikut penuturannya kepada Radar Sulteng yang menemuinya dalam beberapa kali kesempatan.
Anda mengawali 2009 dengan melantik ratusan pejabat di lingkungan Pemprov Sulteng. Apa yang sebenarnya diharapkan dari momentum ini?
Sebenarnya dari aspek birokrasi pelantikan ini adalah hal yang lumrah. Yakni penyesuaian dengan PP 41/2007 yang mau tidak mau harus sudah rampung pada 2009 ini. Ini dari aspek normatifnya. Tetapi sebenarnya tidak sekadar itu. Ada obsesi lebih besar yang saya sematkan di pundak para pejabat-pejabat itu.
Apa itu?
Yaa! tentunya pemerintahan ini harus tetap fokus visi misi pemerintah. Dan secara lebih spesifik, pada 2009 ini ada progress yang signifikan terkait penurunan angka kemiskinan. Saya kan sudah mencanangkan dalam setahun ada penurunan angka kemiskinan sebesar 2 persen setahun.
Sebelumnya apakah target itu tercapai?
Kita akui target ini belum tercapai tetapi yang pasti penurunan angka kemiskinan itu ada.
Kendalanya di mana. Pada instansi teknis atau anda sebagai decision maker?
Dalam konteks ini tidak boleh ada yang disalahkan. Kalau kita hanya sibuk mencari siapa yang salah, ini tidak akan menyelesaikan masalah. Kemarin-kemarin sebenarnya kita sudah on the track (dijalur yang benar) tetapi memang diakui ada kendala-kendala serius yang kita dapati membuat target itu meleset. Pada 2009 ini bertepatan dengan PP 41/2007 semua pejabat kita ganti. Yang dianggap sudah mentok kita pensiunkan. Yang mau pensiun kita stop tidak diperpanjang lagi. Kecuali ada beberapa yang memang tenaganya masih sangat dibutuhkan dan penggantinya belum ada.
Sejauhmana keyakinan Anda gelombang mutasi kali ini bisa menjadi solusi khususnya terkait target pemerintah untuki menurunkan angka kemiskinan?
Mutasi kali ini kan bukan final. Seperti yang saya kemukakan pada pidato pelantikan, bahwa kinerja para pejabat akan dievaluasi secara kritis. Itu artinya dalam beberapa hari kedepan kalau ada yang tidak bisa mengemban tugasnya dengan baik akan kita ganti. Tetapi saya yakin para pejabat yang baru dilantik ini bisa menyelaraskan kebijakannya dengan komitmen pemerintahan saat ini khususnya penurunan angka kemiskinan. Blue print-nya suda ada. Tinggal dijalankan saja. Kalau tetap tidak bisa kita ganti. Itulah sebabnya birokrasi kita sekarang ini banyak dihuni semangat muda. Mereka ini dengan semangat mudanya, tentunya mempunyai gagasan dan terobosan yang brilian. Ini berbeda dengan pejabat yang memasuki usia pensiun. Ia tidak bisa lagi berkonsentrasi memikirkan daerah karena fokusnya sudah tersita bagaimana bisa safe setelah pensiun. Makanya yang sudah pensiun dan tidak produktif lagi kita stop saja.
Anda kelihatan yakin dengan kabinet ini. Padahal secara umum wajah-wajah di kabinet ini kebanyakan hanya mengalami perpindahan posisi. Dengan mind set yang sama, berarti bukan mengatasi masalah tetapi hanya memindahkan masalah?
Ha…ha…ha.. saya memang mendengar ada komentar-komentar itu. Itu masukan yang bagus. Dalam konteks ini kan tidak semuanya harus diberangus. Di antara yang tidak bagus kan pasti ada yang bagus. Dan mereka-mereka itulah yang kita tetap pakai sekarang. Tapi publik tidak perlu khawatir karena seperti yang saya kemukakan, kalau tidak bisa mencatat kinerja yang bagus kita ganti. Semua orang dengar pernyataan saya itu.
Sejauhmana keyakinan Anda terhadap wajah-wajah baru di kabinet yang sekarang, mampu menjawab permasalahan daerah yang semakin kompleks?
Asumsinya seperti ini. Mereka ini kan 98 persen pejabat eselon II dan III serta eselon IV, adalah generasi dan kader birokrat dengan kualitas yang cukup bagus. Dengan semangat yang masih muda itu, mereka mempunyai terobosan dan pemikiran yang cemerlang untuk berbuat yang terbaik bagi daerahnya.
Apa agenda terpenting yang menjadi prioritas pemerintah daerah pada 2009 ini?
Pada 2009 ini, ada agenda nasional yang harus disukseskan. Yaitu pemilu legislatif yang disusul berikutnya pemilu presiden. Untuk suksesnya dua iven ini bukan hanya pemerintah yang bertanggungjawab mensukseskannya tetapi semua pihak termasuk masyarakat. (yardin hasan)
Selasa, 04 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar