PALU - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulawesi Tengah dalam waktu dekat ini akan melakukan pelelangan paket jembatan Korompodi di Kabupaten Tojo Unauna dan Lobu Kabupaten Banggai. Proyek tersebut seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulteng, Ir Moch Noer Mallo mengatakan, proyek yang dibiayai oleh Bank Dunia itu telah mengalami tiga kali kegagalan. Menyikapi hal itu katanya, pihaknya telah memerintahkan panitia lelang untuk melakukan kajian terhadap dokumen lelang sehingga persyaratan yang dianggap berat dan susah dipenuhi oleh pengusaha diusulkan kepada Bank Dunia untuk direvisi.Hasil kajian tersebut tutur Noer Mallo syarat-syarat berat yang susah dipenuhi adalah volume pekerjaan yang rata-rata lima tahun.
Akhirnya pada 21 Oktober 2009, Bank Dunia ungkap Noer Mallo menerbitkan NOL dengan nomor ref.4744/109-1050. Dengan terbitnya NOL tersebut maka proses lelang sudah dapat dilakukan. Terbitnya NOL tersebut menurutnya merupakan usaha yang keras yang pernah dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dalam kaitan untuk memperjuangkan percepatan pembangunan jembatan yang telah lama ditunggu masyarakat.
Proyek yang akan dilelang tersebut adalah proyek EIBR - 102 pembangunan jembatan Korompodi dengan total anggaran Rp7,3 miliar serta proyek EIBR -104 juga jembatan Korompodi dengan anggaran Rp12,5 miliar. Proyek ini pembiayaannya sharing dengan APBD provinsi yakni 90 : 10.
Paket multy years contract berlangsung hingga 2010 mendatang.
Sebelumnya, proyek -proyek yang dibiayai Bank Dunia di Sulawesi Tengah yang sedang berlangsung adalah paket pemeliharaan jalan Balingara - Bunta (EIBR-137) senilai Rp13,8 miliar dan pemeliharaan jalan Palupi - Bangga EIB 142 dengan nilai kontrak Rp17, 5 miliar serta paket pembangunan jalan Pape - Tomata (EIB - 173) dengan total kontrak Rp21, 3 miliar. (yar)
Rabu, 12 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar