Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Sabtu, 08 Mei 2010

Pimpinan Dewan PD Ditentukan Pusat

Sabtu, 08 Mei 2010
Henri Kawulur dan
As’ad Lawasli Kandidat Kuat

PALU – Partai Demokrat menggunakan pendekatan sentralistis dalam menentukan kader-kadernya yang diplot untuk menduduki pimpinan dewan DPRD di seluruh Indonesia. Semua calon pimpinan dewan yang menjadi ketua atau wakil ketua DPRD provinsi maupun kabupaten/kota harus keluar dari pintu DPP Partai Demokrat di Jakarta setelah sebelumnya, digodok oleh Tim Sembilan di daerah.
Tim tersebut pun masih tetap melibatkan pengurus pusat, dengan komposisi 4 orang dari pimpinan pusat, 3 dari pimpinan partai tingkat provinsi dan 2 dari DPD kabupaten/kota. Sedangkan untuk penentuan calon pimpinan di tingkat provinsi, unsure pimpinan daerah tidak diiikutkan tetapi hanya unsure pimpinan provinsi dan pimpinan pusat. Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulteng Henri Kawulur mengatakan, Tim Sembilan akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap bakal calon pimpinan dewan berdasarkan sejummlah kriteria.
Kata Henri DPP Partai Demokrat sendiri telah menerbitkan petunjuk pelaksanaan (juklak) tentang tata cara pemilihan pimpinan dewan tingkat provinsi dan kabupaten/kota beserta dengan criteria-kriteria. Sejumlah kriteria tersebut ungkap Henri adalah minimal 3 tahun dalam struktur kepengurusan Partai Demokrat, mempunyai kemampauan sebagai pimpinan dan bisa diterima masyarakat serta beberapa syarat lainnya.
Tim Sembilan katanya akan melakukan uji kelayakan untuk mendapatkan 2 atau 3 orang calon pimpinan sebelum dikirim ke DPP untuk menentukan satu orang pimpinan dewan. Para kandidat pimpinan dewan katanya sesuai juklak tersebut tidak bisa masuk dalam Tim 9 yang akan menggodok para calon pimpinan. ‘’Sekembalinya saya dari Jakarta saya akan memimpin rapat untuk membahas Tim 9. Setelah itu langsung action,’’ tegas Henri.
Sementara itu diinternal Partai Demokrat sendiri sejumlah nama sudah beredar. Namun salah satu yang cukup mencuat bahkan sudah mendapat dukungan dari pengurus inti partai ada dua orang yakni, Henri Kawulur dan As’ad Lawali.

Keduanya dinilai mempunyai kemampuan di atas rata-rata untuk menjadi pimpinan dewan periode mendatang. Bahkan diyakini keduanya mampu mengimbangi karakter kuat politisi Golkar Aminuddin Ponulele yang bakal diplot Golkar untuk menjadi Ketua DPRD Sulteng. Salah satu dukungan itu datang dari Wakil Ketua DPD Demokrat Sulteng, Mustar Labolo. Menurut Mustar, kedua figure ini tidak sekadar memenuhi syarat-syarat umum seperti lama pengabdian di partai tetapi dari aspek kapabilitas dua sosok ini pas untuk jabatan tersebut. Menurut Mustar, Henri Kawulur dengan sepak terjangnya selama ini membuktikan jika calon wakil rakyat asal daerah pemilihan Poso-Touna dan Morowali ini pantas untuk menjadi pimpinan dewan mendampingi Aminuddin Ponulele. ‘’Saya sendiri sangat mendukung Pak Henri dan As’ad Lawali. Keduanya adalah kader Partai Demokrat yang potensial,’’ puji Mustar.
Henri sendiri masih enggan berkomentar soal komentar Mustar itu,, ‘’Saya sekarang masih berada di Jakarta. Tadi ini baru dari Puri Cikeas (tempat kediaman SBY, red) untuk urusan partai. Jadi saya tidak ada komentar dulu soal calon pimpinan dewan,’’ kata Henri. Sejauh ini ada sejumlah nama yang mengemuka menjadi calon pimpinan dewan dari Partai Demokrat, seperti Henri Kawulur, As’ad Lawali, Nawawi S Kilat dan Mustar Labolo. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar