PLt Sekdaprov Masih
Ngambang di Depdagri
PALU – Walaupun sudah menyelesaikan tahap uji kelayakan dan kepatutan di Jakarta namun Pemerintah provinsi mengaku masih awam soal informasi Sekdaprov di Depdagri. Asisten I Setdaprov Drs Baharuddin Tanriwali mengungkapkan, pemerintah sama sekali masih buta soal perkembangan Sekdaprov di Jakarta.
Sejauh ini katanya Pemprov baru sebatas mengetahui bahwa tes telah diselesai dilakukan, namun seperti apa dan sejauhmana prosesnya, Baharuddin mengaku buta tidak tahu sama sekali. Hanya ia yakin, dengan selesainya uji kelayakan dan kepatutan di Depdagri beberapa waktu lalu, itu pertanda bahwa prosesnya pengisian Sekdaprov Sulteng sudah selangkah lebih maju. ‘’Kita berharap pada 2009 ini, kita sudah mempunyai Sekdaprov yang baru,’’ katanya.
Selain tidak tahu-menahu soal proses Sekdaprov di Depdagri, Pemprov kata Baharuddin juga buta soal pejabat pelaksana tugas (Plt) yang suratnya sudah diajukan ke Depdagri beberapa bulan lalu. Mantan pejabat di KPU Sulteng ini mengaku, kehilangan informasi soal nasib surat gubernur soal pengajuan Plt Sekdaprov yang kini sudah berada di Depdagri. Beberapa waktu lalu, Gubernur Sulteng HB Paliudju memang telah mengajukan nama Baharuddin HT sebagai Plt Sekdaprov. Namun sejauh ini prosesnya entah tersendat di mana pemerintah provinsi sama sekali tidak tahu.
Tes uji kelayakan dan kepatutan, terhadap tiga calon Sekdaprov telah selesai digelar pada
(28/7) di Depdagri. Tiga calon Sekdaprov tersebut adalah ketua Bappeda Sulteng Drs Rais Lamangkona MT, Kepala Dinas Sosial Sutrisno Natadisastra Sembiring dan mantan Wakadis Sosial yang saat ini menjabat staf ahli Gubernur Mahmud Lamanandi.
Ketiganya menjalani tes di depan para pejabat eselon I Depdagri di antaranya, Sekjend Depdagri, Kepala Biro Kepegawaian Depdagri dan Direktur Jenderal Pembangunan Daerah. Sama dengan Baharuddin HT, Kepala Biro Humas dan Prokotol Irwan Lahace, mengemukakan, dengan dilakukannya uji kelayakan dan kepatutan terhadap tiga calon Sekdaprov tersebut, maka dalam waktu yang tidak terlalu lama pos jabatan yang ditinggalkan Gumyadi bakal segera terisi. (yar)
Gubernur Paliudju sendiri urai Lahace, mengharapkan agar jabatan eselon I kali ini kembali diberikan kepada pejabat di daerah yang memiliki potensi untuk itu. Selama ini pos Sekdaprov selalu droping dari Jakarta. Irwan menekankan, maksud Gubernur tersebut bukan mengarah pada dikotomi putera daerah dengan bukan putera daerah. ‘’Tetapi siapa saja pejabat yang berpotensi perlu diorbitkan. Jadi semangatnya adalah kompetensi bukan pada istilah putera daerah atau bukan,’’ katanya. Namun yang ditekankan adalah jangan ada droping dari pusat, karena dengan demikian akan mematikan karir pejabat di daerah yang mempunyai kemampuan untuk jabatan itu.
Terpisah salah satu kandidat Sekdaprov Drs Rais Lamangkona membenarkan ia dan teman-temannya sudah menjalani sesi ujian di hadapan para pakar pemerintahan dan pakar kebijakan publik di Depdagri Jakarta. Rais mengaku, bisa menjawab semua soal yang diajukan oleh para penanya. ‘’Alhamdulilah bisa dijawab. Saya kira teman-teman juga bisa. Temanya soal aspek-aspek pemerintahan,’’ katanya pendek.
Irwan Lahace mengaku belum mengetahui kapan, Depdagri mengeluarkan sekdaprov devinitif. ‘’Tunggu saja kalau sudah melalui tahapan penting ini, mungkin tidak terlalu lama lagi,’’ pungkasnya. (yar)
Sabtu, 08 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar