PDIP Dapati DPT Ganda
PALU – Fenomena Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda tidak hanya terjadi di Jawa Timur. Di Kota Palu, DPT yang ganda juga banyak ditemukan. Hasil temuan PDIP Kota Palu di sejumlah wilayah di kota Palu mendapati ada sejumlah pemilih yang mempunyai tanggal kelahiran yang sama di alamat rumah yang sama. Nama-nama pemilih yang ditengarai ganda tersebut menurut Ketua DPC PDIP Kota Palu, Mulyadi Dg Marau jumlahnya mencapai ratusan. Kemudian kata Mulyadi ada juga pemilih atas nama Rosida Abdul Halid, namanya ada di 16 TPS berbeda. Pemilih tersebut berdomisili di Besusu Timur. Kejanggalan lain ada banyak pemilih jika dihitung dari tahun kelahirannya pada 1966 mestinya pada 2009 ini sudah berusia 43 tahun. Namun dicantumkan pemilih tersebut baru berumur 41 tahun.
Menurut Mulyadi kejanggalan-kejanggalan seperti itu banyak ditemukan dalam lembaran DPT. ‘’Ini mengindikasikan bahwa sebagian besar DPT itu hanya disalin dari DPT pemilu 2004 dan Pilgub lalu tanpa ada validasi,’’ kata Mulyadi kepada Radar Sulteng kemarin. Mulyadi yang saat memberikan keterangan pers didampingi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Kota Palu, Janus Matindas Rumambi, mengemukakan, pihaknya memang belum sempat merekap sejumlah kejanggalan berdasarkan jenisnya. Namun ia memperkirakan ada ratusan nama yang dobel, maupun alamat yang mencurigakan. Saat ini katanya DPT tersebut sedang didalami oleh Bappilu Kota Palu, untuk melihat seberapa DPT yang ditengarai fiktif itu. ‘’Kita sedang hitung secara keseluruhan,’’ katanya.
Dalam kaitan itu, pihaknya segera meminta kepada KPU Kota Palu menyempurnakan kembali dengan mengecek kebenaran nama-nama yang tercantum dalam lembaran DPT. ‘’Sebelum kejanggalan ini menjadi bumerang bai KPU, maka kami memintta untuk segera memperbaikinya,’’ ujar Mulyadi mengingatkan.
Dikatakannya, ia terperanjat dengan pernyataan Ketua KPU Sulteng Dr Ir Adam Malik yang tidak bisa menjamin akurasi DPT pemilu 2009. Kalau KPU kata Mulyadi sudah meragukan akurasi DPT itu berarti DPT yang sudah ada sekarang ini perlu diiklarifikasi kembali. Dan katanya hasil penelusuran Bappilu Kota Palu, memang mendapati adanya identitas pemilih yang meragukan.(yar)
Kamis, 06 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar