Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Kamis, 06 Mei 2010

Melihat Upaya Caleg Mengamankan Suara di TPS

Kamis, 06 Mei 2010
Melihat Upaya Caleg Mengamankan Suara di TPS
PKS Turunkan Saksi Bayangan, Hendrik Thahir Gandeng Partai Patriot

Para caleg yang sudah bersusah payah menggelar kampanye sejak enam bulan lalu, akan berusaha maksimal mengamankan suaranya di TPS. Mereka tidak ingin hasil kerjanya yang mengorbankan dana puluhan hingga ratusan juta rupiah berakkhir sia-sia. Salah satu yang dilakukan adalah mengawal perolehan suara di seluruh TPS. Berikut persiapan yang dilakukan oleh parpol dan caleg untuk mengamankan perolehan suaranya di TPS. Sejumlah partai dan calon DPD di daerah ini, bahkan telah menyiapkan anggaran puluhan hingga ratusan juta rupiah.

TIDAK saja sosialisasi dan kampanye yang membutuhkan dana besar. Pengerahan dan penempatan saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk mengerahkan saksi pada pemungutan dan perhitungan suara di tempat pemungutan suara pada 9 April mendatang membuat pengurus partai politik menerapkan berbagai cara. Misalkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Partai ini memutuskan untuk melakukan sharing antara calon anggota legislatif (caleg) DPR RI, caleg DPRD Sulteng dan caleg DPRD kabupaten/kota untuk membiayai saksi di setiap TPS. Komposisi sharing adalah 50 persen caleg DPR RI, 30 persen caleg DPRD Provinsi dan 20 persen caleg kabupaten/kota. Menurut Ketua Bappilu PDIP Kota Palu, Matindas Janus Rumambi, sharing ini dilakukan agar caleg-caleg tidak terlalu terbebani dengan dana saksi yang besar. ‘’Soal nominalnya masih kita bicarakan yang pasti jumlahnya masih cukup manusiawi. Tidak mungkinlah kita memberikan dengan jumlah seadanya. Apalagi saksi yang direkrut PDIP adalah kader-kader dari struktur partai,’’ kata Janus di markas pemenangan Pemilu Jalan Ahmad Yani, Selasa (24/3) kemarin.
Sementara itu, PKS kemungkinan besar tak perlu mengeluarkan terlalu banyak duit untuk saksi. Pasalnya, partai yang kental dengan kader-kader militannya ini menggunakan sebagian besar kadernya sendiri. Menurut Ketua Bappilu DPW PKS Sulteng Andi Parenrengi, untuk mengantisipasi agar kejadian 2004 tidak terulang, pihaknya menyiapkan saksi berlapis. Di samping saksi inti yang berada di TPS, partainya aku Andi menurunkan saksi bayangan. Jumlahnya cukup banyak dan berasal dari kader sendiri. Mereka ini bertugas di ring dua TPS. Mereka Berbaur dengan masyarakat, mencermati apakah ada kekuatan dari kelompok tertentu mencoba berbuat curang seperti yang dilakukan pada Pemilu 2004. ‘’Pada Pemilu 2004, harus diakui kami lemah pada saksi. Makanya pada Pemilu kali ini, PKS akan all out mengamankan suaranya di setiap TPS,’’ tandas Andi. Bukti keseriusan PKS katanya, terlihat dari 5 ribu lebih TPS yang ada di Sulteng, 95 persen di antaranya sudah terisi dengan saksi. Bahkan ada beberapa wilayah yang penduduknya dominan non muslim pihaknya menggunakan relawan dari non muslim. Untuk uang saku para saksi, PKS katanya membebankan kepada para caleg. ‘’Dukungan dana dari struktur partai tidak seberapa. Makanya kami lebih memilih membebankannya kepada caleg,’’ kata Andi. Untuk uang saku, para saksi hanya akan ditanggung uang makan.
Hal yang sama juga dikemukakan oleh Ketua PPPI Sulteng, H Achrul Udaya. Sebagai orang yang berpengalaman dalam beberapa even pemilu seperti Pemilu legislative 2004 dan Pilkada Walikota Palu 2005, pihaknya aku Achrul jauh-jauh hari memang telah menyiapkan saksi. Bahkan katanya ia berusaha menempatkan saksi di semua TPS yang ada di seluruh TPS yang ada di Sulawesi Tengah. Untuk uang saku, Achrul mengaku akan menyerahkannya sesuai kemampuan pengurus kabupaten/kota masing-masing. ‘’Kita berikan kepada DPD di kabupaten/kota. Mereka rembuk dengan caleg-calegnya berapa kemampuannya,’’ katanya.
Bagaimana dengan calon perseorangan? Caleg DPD dr Hendrik Thahir DHSM MS.i mengemukakan, pihaknya sangat beruntung dengan kesediaan kader-kader Partai Patriot untuk menjadi saksi di TPS. ‘’Saksi dari Partai Patriot juga akan ikut mencatat perolehan suara saya di setiap TPS. Dan itu berlaku di seluruh wilayah Sulteng,’’ kata Hendrik Thahir yang dihubungi kemarin. Dengan demikian katanya dirinya tidak perlu mengeluarkan dana ekstra untuk membayar saksi yang jumlahnya bisa puluhan juta.
Anggota DPD lainnya, Hardy D Yambas mengaku telah menyisihkan dana hampir seratusan juta untuk ‘’gaji’’saksi. Dengan dana sebanyak itu toh belum bisa meng-cover seluruh TPS di Sulteng. ia mengaku diuntungkan dengan adanya relawan Granat untuk membantunya mengawal suaranya di setiap TPS di seluruh Sulteng. beberapa parpol bahkan menempatkan KPU dan PPK sebagai salah satu institusi penyelenggara Pemilu yang perlu diwaspadai. Berdasarkan pengalaman Pemilu 2004, kecurangan-kecurangan itu menurut Andi Parenrengi banyak dilakukan ditingkat KPU dan PPK. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar