Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Kamis, 06 Mei 2010

Partai-Partai yang Tidak Lolos Pemilu 2014

Kamis, 06 Mei 2010
Partai-Partai yang Tidak Lolos Pemilu 2014
PIS Salahkan DPT, Revi Kembali Jadi Seniman

Akankah nasib partai baru di pemilu 2009 lebih buruk ketimbang partai baru di pemilu 2004? Pertanyaan ini seketika terlintas mengingat di antara puluhan partai peserta Pemilu 2009, dari hasil real count KPU Pusat yang dirilis media sudah terlihat partai mana saja yang akan lolos pada pemilu berikutnya.
Lantas bagaimana nasib partai-partai baru yang hampir dipastikan tidak memenuhi Parlianment treshold?

Laporan: Yardin Hasan

Proses penghitungan suara oleh KPU memang belum selesai. Bahkan hari ini proses rekapitulasi masih tertahan di PPK. Namun demikian sudah hampir dipastikan sejumlah partai pendatang baru akan berakhir pada Pemilu kali ini. Hasil real count KPU Pusat di pusat tabulasi suara nasional memperlihatkan partai yang tidak lolos Pemilu 2014 bakal lebih besar dari jumlah partai yang tidak lolos pada Pemilu 2004. ini karena jumlah partai peserta Pemilu 2004 yang hanya 24 partai jauh lebih besar dari kontestan Pemilu 2009. Dua partai baru yang menyodok dalam urutan 10 besar adalah Partai Hanura dan Gerindra. Sisanya, hampir dipastikan masuk kotak. Bukan hanya partai baru, partai-partai lama seperti PBB dan PBR perolehan suaranya juga seret.
Memang tak semua partai baru itu benar-benar baru. Ada yang hanya berganti nama saja, misalnya PIB menjadi PPIB atau Patriot Pancasila menjadi Partai Patriot. Namun perubahan nama seperti itu tetap tak mampu mengatrol perolehan suara parpol-parpol itu.
Salah satu partai baru yang perolehan suaranya tak cukup menggembirakan adalah
Partai Indonesia Sejahtera (PIS). Namun seretnya perolehan suara partai yang menjagokan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso sebagai calon presidennya ini menurut Ketua PIS Sulteng Hasanuddin, ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa suara partainya anjlok. Pertama adalah masalah DPT yang amburadul, minimnya dukungan dan dari pimpinan pusat serta minimnya sosialisasi partai dan caleg-caleg PIS. ‘’Ini bukan mencari-cari alasan tetapi memang faktanya seperti itu. Khususnya masalah DPT yang tidak beres,’’ kata Hasanuddin.
Sikap pasrah ditunjukan oleh caleg Barnas Revi Arifin Passau. Mantan anggota DPRD Kota Palu yang di PAW karena kemelut internal partainya (PKPB) ini mengaku akan kembali menjadi rakyat biasa. ‘’Saya akan kembali seniman. Basic saya di sana, habitat saya di sana,’’ ujarnya datar. Harus diakui kata Revi, sebagai partai baru partainya memang kesulitan untuk melakukan konsolidasi partai. Belum lagi tidak adanya dukungan dana yang memadai dari pimpinan pusat membuat konsolidasi partai tidak bisa maksimal.
Pengakuan yang sama juga dikemukakan oleh Ketua PPPI Sulteng Ahrul Udaya. Ia mengatakan, sebagai partai baru serta waktu yang mepet memang tidak mudah bagi partainya untuk membangun image di tengah-tengah masyarakat.
Sentimen publik atas perubahan dan eforia reformasi di tahun 2004 sudah sangat berbeda. Jika dulu publik gandrung yang baru, perubahan, reformasi, kini mereka justru berkembang menjadi apatis bahkan sinis. Mereka kecewa dengan perfomance anggota dewan dalam lima tahun terakhir. Perubahan mood ini semakin tak menguntungkan partai baru. Hal ini juga dibenarkan oleh Ahrul Udaya. Namun soal kekalahan partainya Ahrul mengaku dapat menerimanya sebagai realitas politik. Tetapi yang membuatnya kecewa adalah kualitas penyelenggaraan pesta demokrasi yang sanhgat buruk. ‘’Inilah pemilu terburuk dalam sejarah Indonesia sejak reformas bergulir,’’ protes Ahrul.
Baik Ahrul, Hasanuddin maupun Revi sepakat, salah satu kekurangan partai mereka adalah minimnya anggaran untuk memobilisasi mesin politik partai. Soal seperti apa nasib partainya kedepannya, ketiganya mengakui akan menyerahkannya pada pimpinan pusat masing-masing. Sedangkan, mereka akan kembali berkutat dengan profesi masing-masing setelah selama kurang lebih enam bulan hingga satu tahin terakhir agak tercecer karena kesibukan mengurus partai.***

0 komentar:

Posting Komentar