Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Kamis, 06 Mei 2010

Paliudju: PKPI Tidak Mungkin ke Golkar

Kamis, 06 Mei 2010
Paliudju: PKPI Tidak Mungkin ke Golkar

PALU – Ketua DPP PKPI Sulteng HB Paliudju memastikan dua kadernya yang berhasil menembus DPRD Sulteng akan bergabung dengan Partai Demokrat. Kebetulan katanya, Partai Demokrat berhasil menembus satu fraksi, sehingga PKPI dipastikan akan merapat ke Partai Demokrat. Mantan Ketua DPD Partai Golkar Sulteng itu mengatakan, sangat tidak mungkin jika partai yang dipimpinnya bergabung dengan Fraksi Golkar. Saat didesak keenggannya bergabung dengan partai pimpinan Aminuddin Ponulele itu, Paliudju mengaku, sikap politik partainya itu sama sekali bukan untuk menempatkan Partai Golkar sebagai lawan politik. Melainkan karena mengikuti kebijakan DPN PKPI yang sejak awal telah bmemutuskan merapat ke kubu SBY. ‘’Ibu Ketua (Meuthia Hatta, red) sudah memberikan arahan untuk bergabung dengan Partai Demokrat yang diawali dari bergabungnya PKPI dalam barisan koalisi mencalonkan Capres SBY. Jadi kami yang di daerah otomatis akan ikut kebijakan pusat,’’ kata Paliudju rinci.
Apalagi katanya, koalisi yang digagas bersama 23 parpol tersebut akan mengarah ke koalisi permanen yang tidak saja mengikat koalisi di DPR RI tetapi juga berlaku di DPRD provinsi dan kabupaten.
Apakah PKPI akan mengincar salah satu unsur pimpinan di alat kelengkapan dewan? Ditanya demikian, Paliudju mengaku belum ada proyeksi politik seperti itu. Namun kemungkinan-kemungkinan seperti itu sangat terbuka tergantung dinamika politik kelak di gedung dewan.
Menurutnya, kalau PKPI dipercayakan memimpin salah satu alat kelengkapan dewan, hal itu sangat dimungkinkan. Ini karena kader PKPI yang lolos ke gedung dewan adalah kader pilihan dengan kompetensi yang tidak perlu diragukan. Mereka adalah para mantan tokoh birokrat yang ketika berkarir di pemerintahan berhasil memegang posisi puncak di instansi tersentu.
Hasil pemilu Legislatif 9 April lalu,PKPI berhasil meloloskan dua kadernya, yakni Taswin Borman dari dapil Sulteng III (Parimo) dan Yahya Patiro dari dapil Sulteng IV (Poso, Touna dan Morowali).
Masuknya dua kader PKPI ke Fraksi Partai Demokrat akan semakin memperkuat sayap politik pemerintah di parlemen. Paliudju sangat berkepentingan untuk mendorong dua kadernya bergabung ke Partai Demokrat yang saat ini mengoleksi 6 kursi. Dengan tambahan dua kursi menjadi 8 kursi, maka pemerintahan Paliudju dan Achmad Yahya tidak mudah mendapat ‘’gangguan’’ dari lawan-lawan politiknya dewan. Kebijakan-kebijakan pemerintah dengan mudah mendapat legitimasi politik dari dewan mengingat Fraksi Demokrat dengan tambahan beberapa kursi lagi dari partai lain akan mampu menyaingi ‘’serangan’’ dari partai lain. Sebelumnya, Demokrat juga sudah mendapatkan tambahan satu kursi dari PBR yang sejak awal sudah menyatakan niatnya bergabung dengan Partai Demokrat. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar