f-yardin
Ibrahim Timumun
Golkar Optimistis Raih 20 Kursi di DPRD Sulteng
PALU – Golkar tidak ingin kehilangan muka sebagaimana yang mereka alami pada pemilu 2004. Perolehan suara Golkar di DPRD Sulteng merosot dari 22 kursi menjadi hanya 17 kursi. Sulawesi Tengah sebagai salah satu basis Partai Golkar di kawasan Indonesia Timur, ditargetkan untuk memperoleh tambahan kursi sekitar 10 persen dari perolehan suara pemilu 2004.
Pada pemilu 2009, Partai Golkar memang memasang target tinggi.
Partai Golkar yang pada pemilu 2004, hanya meraup 17 kursi dari 45 kursi yang ada di DPRD Sulteng bertekad mengembalikan kembali kejayaan partai berlambang beringin tersebut seperti halnya perolehan kursi pada pemilu 1999. Sebagai partai besar, Golkar ingin kembali menguasai kursi mayoritas di DPRD Sulteng. Untuk mewujudkan target tersebut, Golkar bertekad berjuang untuk memenuhi target demi untuk mencapai target kursi secara nasional yakni 30 persen kursi di Senayan.
Sekretaris DPD Golkar Sulteng, H Ibrahim Timumun S.Sos mengungkapkan, optimisme itu didasari atas berbagai pertimbangan logis dimana Golkar dalam usianya yang mencapai 42 tahun sudah mengenal dan dikenal masyarakat. Sebagai partai mapan dengan struktur partai yang kuat, Golkar katanya, mempunyai kemampuan untuk mengakses hingga ke akar rumput. Selain itu, Golkar juga mempunyai kader-kader dengan loyalitas tinggi yang siap berbuat untuk kepentingan partai. ‘’Target yang kami canangkan itu bukan muluk-muluk, raihan 20 kursi di DPRD Sulteng adalah sesuatu yang realistis. Berdasarkan perkembangan terakhir kader-kader di daerah,’’ katanya yakin.
Olehnya, kata dia koreksi Mahkamah Konstitusi (MK) yang menganulir nomor urut menjadi suara terbanyak bagi Partai Golkar menurut Ibrahim tidak membuat kader maupun caleg Golkar resah. Jauh-jauh hari Golkar sudah memberlakukan system suara terbanyak untuk caleg yang duduk menjadi anggota dewan.
Daerah mana saja yang diprediksi mendulang suara besar, caleg Golkar dari daerah pemilihan Sulteng VI ini mengungkapkan, tidak ada pengkhususan dapil tertentu. Semua daerah pemilihan diberi tanggungjawab untuk bekerja maksimal demi memenuhi target 20 – 22 kursi di DPRD Sulteng.
Pada pemilu 2004, semua dapil mampu menyumbang kursi. Olehnya kata Ibrahim tradisi politik ini harus dipertahankan pada pemilu 2009 mendatang. Bahkan berdasarkan hitungan-hitungan Golkar mempunyai kans kuat untuk menambah wakilnya dari beberapa dapil unggulan. ‘’Tapi tidak usah saya rinci, dapil dapil yang berpotensi menyumbang suara lebih,’’ katanya. Pada pemilu 2004, dapil Sulteng II (Donggala) yang dikenal sebagai salah satu basis Partai Golkar menyumbang suara terbesar, yakni 4 kursi. Disusul dapil Parimo, Poso dan Banggai masing-masing 3 kursi serta dapil kota Palu dan Tolitoli Buol 2 kursi. Menurut Ibrahim, penyusutan kursi Golkar pada pemilu 2004, disebabkan oleh regulasi pemilu (pembagian sisa suara), yang menyebabkan banyak sisa suara Golkar hilang. ‘’Kedepan dengan system suara terbanyak, Golkar yakin mampu mengulang prestasi yang pernah dicapai pada pemilu 1999,’’ demikian Ibrahim. (yar)
2 4 3 3 3 2
Selasa, 04 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar