PALU – Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng H Achmad Yahya meminta kader-kadernya di daerah tidak memberikan jaminan kepada kandidat tertentu, untuk menjadi calon bupati atau walikota pada Pilkada di daerahnya masing-masing. Achmad Yahya mengaku perlu memberikan warning tersebut sekadar untuk mengingatkan kader-kadernya, karena otoritas penentuan calon wakil walikota atau calon bupati, bukan pada ketua ketua DPD di daerah maupun provinsi melainkan melalui Tim Sembilan yang berangggotakan unsur DPD kabupaten/kota, DPD Provinsi dan pimpinan pusat atau DPP. ‘’Tim sembilan yang akan menggodok para calon lalu kemudian dikirimkan ke pusat untuk ditentukan. Jadi kalaua ada yang memberikan jaminan bakal diusung, saya minta untuk tidak terlalu percaya,’’ katanya mengingatkan. Namun demikian, ia meminta kader Demokrat maupun para kandidat untuk senantiasa melakukan komunikasi politik untuk proses penjajakan. Menurutnya ini perlu dilakukan agar, para kader mengetahui track recordnya di masyarakat sekaligus mengukur sejauhmana komitmennya untuk membesarkan partai jika kelak terpilih. Tak hanya itu, ditengah maraknya jual beli perahu (parpol, red) menjelang suksesi, Achmad Yahya juga mengingatkan para tokoh yang berkeinginan menjadi kandidat bupati/walikota tidak memberikan sepeserpun kepada pengurus partai Demokrat di daerah dengan harapan bakal diusung menjadi calon. ‘’Terlalu rendah bagi kita untuk melakuan positioning dengan nilai uang tertentu. Ini juga tidak sesuai dengan paradigma partai Demokrat yang menjunjung tinggi politik santun,’’ katanya.
itulah katanya, dalam menghadapi Pilkada di Kabupaten Sigi maupun kota Palu pihaknya tidak ofensif. Partai Demokrat senantiasa wait and see, karena masalah Pilkada sepenuhnya berada di tangan Tim Sembilan. Tim ini terdiri dari ketua DPD kabupaten/kota, ketua DPD provinsi serta pimpinan pusat. ‘’Makanya saya meminta kepada kader-kader di daerah, tidak agresif dengan mendatangi calon apalagi kalau sampai memberikan jaminan untuk diusung. Ini tidak boleh,’’ katanya. (yar)
Sabtu, 08 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar