Melihat Elektabilitas Para Caleg Terpilih
Aminuddin Tertinggi, Yahya R Kiby Terendah
Perubahan system Pemilu 2009 dari system nomor urut menjadi suara terbanyak, menjadi ukuran sejauhmana dukungan rakyat terhadap caleg-caleg yang bersangkutan. Siapa saja caleg-caleg yang mempunyai elektabilitas (tingkat keterpilihan) tinggi? Berikut ini para caleg terpilih dengan tingkat elektabilitas yang tinggi dan lima caleg terpilih lainnya dengan tingkat elektabilitas terendah.
LAPORAN: YARDIN HASAN
Pemilu 2009, telah menghasilkan sejumlah caleg terpilih yang bakal duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Sulteng Periode 2009-2014. Beberapa di antaranya bahkan mengantongi perolehan suara cukup tinggi dibanding caleg-caleg lainnya. salah satunya adalah
mantan Gubernur Sulteng, Aminuddin Ponulele. Ia masih cukup popular di kalangan masyarakat, khususnya di dua wilayah, yakni Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi. Perolehan suara Aminuddin di dua wilayah, mencapai 19.703 suara. Pencapaian ini sekaligus mencatatkan Aminuddin sebagai peraih suara tertinggi di antara 45 caleg DPRD Provinsi yang lolos ke gedung dewan. Sejauh ini Aminuddin sendiri tidak berhasil dikonfirmasi terkait raihan suaranya yang cukup besar tersebut. Namun salah satu anak buahnya Geri Dj Wullur SE, caleg Golkar yang satu dapil dengan Aminuddin mengaku surprise dengan perolehan suara bosnya itu. ‘’Saya memang kerap berpapasan dengan beliau saat sosialisasi lalu. Tapi saya tidak menyangka kalau perolehan beliau seperti itu,’’ ujar Geri yang sejak pencalegan, sangat berharap Aminuddin lolos ke gedung dewan.
Di sejumlah daerah yang menjadi basis suaranya pada Pemilu 2004, Aminuddin bahkan jauh mengunggulinya. Ada beberapa desa di mana Geri mencatat suara signifikan. Seperti Desa Tongoa dan sekitarnya. ‘’Tapi walau saya yang menang, Pak Prof berada diurutan kedua dengan selisih yang tidak terlalu jauh,’’ tambah Geri mengomentari perolehan suara Aminuddin. Di bawah Aminuddin, ada politisi Partai Patriot, Soni Tandra yang sukses meraup 14.109 suara di dapil Sulteng IV yang meliputi Kabupaten Poso – Touna dan Morowali. Soni mengulang suksesnya karena pada Pemilu 2004 ia juga sukses meraih suara tertinggi di dapil ini. Kala itu, ia hanya selisih sedikit dengan pemegang rekor perolehan suara tertinggi di Sulteng, yakni Helmi D Yambas yang mengoleksi 20 ribu lebih suara di daerah pemilihan Sulteng I – Kota Palu.
Jauh hari sebelum Pemilu 2009, kepada Radar Sulteng Soni mengatakan, dirinya tidak merasa risau dengan kehadiran para cara caleg yang muncul dari partai-partai baru. Setidaknya aku Soni dirinya sudah mempunya modal sosial, bukan karena dirinya besar dan lahir di Poso. Tetapi selama empat tahun terakhir sejak dilantik menjadi anggota DPRD Sulteng mewakili rakyat di tiga kabupaten di dapil Sulteng IV itu, secara intens memperjuangkan kepentingan rakyat di wilayah yang diwakilinya. Khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur, seperti jalan dan listrik.
‘’Berhubung masih mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk lima tahun kedepan, saya akan terus memperjuangkan beberapa agenda yang tertunda,’’ kata Ketua Partai Patriot Kabupaten Poso ini.
Turunnya perolehan suaranya dibanding Pemilu 2004, menurutnya bisa dimaklumi, karena dengan banyaknya partai dan caleg maka suara pemilih terdistribusi ke ratusan caleg berbeda. Di bawah Soni Tandra, ada Zainal Abidin Ishak politisi Partai Golkar membayangi di tempat ketiga. Zainal mantan calon Bupati Kabupaten Morowali mengoleksi 13.946 suara. Zainal mendulang suara di wilayah asalnya Kabupaten Morowali. Dari beberapa kader Golkar yang diplot di dapil ini, Zainal memperoleh suara tertinggi diikuti Yus Mangun dan beberapa caleg lainnya.
Di posisi keempat ada, politisi perempuan keturunan Tionghoa. Ia adalah Suryawati Hosari alias Meimei – srikandi PDS yang mencengangkan banyak pihak karena perolehannya suaranya yang fantastis. Diplot partainya di dapil Sulteng II, Meimei bahkan sukses mengalahkan politisi senior Golkar sekelas Ridwan Yalidjama dengan raihan angka 13.903 suara. Meimei pengusaha hasil bumi ini juga membuat rekannya di PDS Franky Tangkilisan harus mengubur keinginannya sebagai anggota dewan dua periode. Di dapil Donggala, perempuan berpenampilan sederhana ini menempati kursi kedua setelah Aminuddin Ponulele. Di urutan kelima, ditempati politisi senior Partai Golkar Busta Kamindang. Busta meraih 12.368 suara di dapil Sulteng V. Perolehan Busta yang sudah 10 tahun ‘’bekerja’’ di DPRD Sulteng sebagai wakil rakyat ini, juga memperpanjang rekornya sebagai peraih suara terbanyak di dapil paling timur Sulteng Tengah ini. Pemilu 2004, ia mencatat sebagai peraih suara terbanyak mengalahkan dua koleganya, Nasher Djibran dan Murad U Nasir.
Selain menempatkan lima caleg terpilih dengan elektabilitas tertinggi. Radar Sulteng juga mencatat ada lima caleg lainnya dengan elektabilitas terendah. Posisi pertama ditempati, politisi PAN yang datang dari dapil Sulteng VI, Yahya R Kiby. Mantan caleg PAN pada Pemilu 2004, hanya memperoleh 2.557 suara. Ia diuntungkan dengan dukungan suara dari caleg PAN lainnya yang mencapai 8.719 suara, Yahya pun sukses melenggang ke DPRD Sulteng. Dibawah Yahya, terendah kedua, ditempati Lukman Us Heba dari Partai Gerindra dengan perolehan suara 2.675. Dengan akumulasi perolehan suara Partai Gerindra sebesar 10.905 Lukman Us Heba pun lolos menempati kursi ke-7 dari dapil Donggala. Berikutnya, di posisi ketiga ada Nawawi S Kilat mantan anggota DPRD Sulteng dari PBB yang kini hengkang ke Partai Demokrat. Nawawi menempat nomor urut 1, dengan perolehan suara caleg sebesar 2.683. Dengan akumulasi suara partai dan caleg yang mencapai 17.123, Nawawi pun aman menuju kursi DPRD Sulteng. Kepada Radar Sulteng, Nawawi mengaku bersyukur atas dukungan dari sejumlah aktivis pergerakan, sehingga dirinya bisa lolos ke gedung dewan. ‘’Kalau saya hitung-hitung saya habis sekitar Rp20 – 25 juta, untuk kegiatan sosialisasi selama kampanye. Tapi akhirnya bisa tembus juga,’’ ujar Nawawi. Di posisi terendah kelima, ditempati politisi senior dari PDS, S Pelima yang mengoleksi 3.177 suara. Mengantongi total perolehan suara caleg sebesar 11.047, Ketua PDS Sulteng ini pun sukses melenggang ke DPRD Sulteng dengan menempati kursi terakhir dari dapil Poso.***
Kamis, 06 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar