Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Kamis, 06 Mei 2010

Kamis, 06 Mei 2010
Mayoritas Pejabat Memilih Loyal ke Gubernur

Deri: Gubernur Akan Keluarkan
Surat Edaran Soal Jabatan Sekprov///sub

PALU – Sejumlah pejabat tampaknya tidak mau mengambil risiko dan berjanji akan mengamankan semua kebijakan yang diambil oleh Gubernur HB Paliudju . Terkait dualisme jabatan Sekprov, para pejabat itu juga mengaku mengarahkan loyalitasnya kepada Gubernur HB Paliudju daripada ke Gumyadi. Tak kurang dari empat pejabat di lingkungan Pemprov Sulteng, yang dimintai komentarnya soal dualism jabatan tersebut, tak satupun yang pro kepada Gumyadi. Seperti yang diungkapkan Asisten III, Dra Deri Djanggola. Deri mengatakan, walaupun Gumyadi masih mengaku sebagai Sekprov dari aspek hkum (de jure), namun dalam tugas-tugas pemerintahan yang membutuhkan dikoordinasikan dengan Sekprov dirinya memastikan tidak akan melakukannya kepada Gumyadi, melainkan kepada Gubernur HB Paliudju. Sedikitnya ada empat pejabat di lingkungan kantor Gubernur yang dimintai pendapatnya kemarin, antara lain, Asisten III Dra Deri Djanggola, Karo Tapem Drs Wimboh dan Karo Perlum Drs Yuliansyah serta Karo Humas Drs Irwan Lahace. Deri juga mengatakan, bahwa dengan adanya surat dari Gubernur Paliudju untuk memensiunkan Gumyadi, itu berarti yang bersangkutan tidak lagi berhak menyandang jabatannya saat ini. Terlebih kata Deri, Gumyadi sudah memasuki masa persiapan pensiun (MPP). ‘’Saya hanya sekadar melihat dari aspek kewenangan Gubernur. Kalau Gubernur sebagai pemakai tidak lagi berkenan karena usianya sudah pensiun, maka tidak ada alasan lagi untuk bertahan atau mecari alasan lain,’’ ujar Deri.
Terkait rangkap jabatan, Deri tidak mempermasalahkannya karena kelak hal-hal yang berkaitan dengan teknis kepegawaian bisa ditangani oleh para Asisten sesuai dengan bidang-bidangnya. Masih menurut Deri, terkait dengan itu Gubernur Paliudju akan mengeluarkan surat edaran soal perangkapan jabatan tersebut. Surat edaran tersebut menjadi pedoman agar urusan pemerintahan semuanya diarahkan kepada Gubernur Paliudju. ‘’Namun ini hanya sementara karena saat ini Pak Gubernur juga sedang mencar jalan terbaik agar persoalan ini bisa segera selesai,’’ kata Deri menjelaskan.
Karo Humas dan Protokol, Irwan Lahace mengatakan, tidak ada alasan bagi dirinya untuk tidak mentaati perintah Gubernur tersebut. ‘’Kalau ada hal-hal yang berkaitan dengan Sekprov sudah dipastikan saya akan ke Pak Gub tidak mungkin saya pergi ke yang lain-lain,’’ tantang Irwan Lahace.
Selain Irwan Lahace, Karo Tapem Drs Wimboh juga mengemukakan alasan serupa. Setelah menjelaskan panjang lebar soal sikapnya dalam melihat dualisme Sekprov ini, Wimboh tiba-tiba menarik semua pernyataannya dan meminta agar ucapan-ucapannya tidak ditulis. Sedangkan Karo Perlum Drs Yuliansyah, mengaku belum mengetahui permasalahan yang memicu perbedaan tajam antara dua atasannya itu. Dengan alasan itupula, ia mengaku akan berkoordinasi dulu dengan Asisten III sebelum menentukan sikap.
Merenggangnya hubungan Gumyadi dan Gubernur HB Paliudju juga disikapi oleh DPRD. Ketua DPRD Sulteng Murad Nasir mengatakan, hari ini sejumlah anggota Sulteng akan melakukan klarifikasi kepada Depdagri untuk memperjelas dua surat Depdagri yang menjadi alat pemicu tegangnya hubungan kedua elit pemerintahan ini.
Soal langkah Gubernur Paliudju merangkap dua jabatan Sekprov dan Gubernur menurut Murad tergantung dari Gubernur sendiri. ‘’Kalau Gubernur menganggap hal itu bisa dilakukan terserah dia. Ini persoalan kebijakan, jadi terserah dia saja,’’ katanya.

PALIUDJU-GUMYADI TEMUI MENDAGRI
Sementara itu suasana di kantor Gubernur kemarin terlihat lengang. Ruang tamu Sekprov yang hari-hari sebelumnya selalu dipadati tami kemarin terlihat sunyi. Hanya ada beberapa staf Sekprov yang terlihat duduk santai. Demikian pula staf sekpri Sekprov yang biasanya sibuk menerima telepon dari luar kemarin terlihat santai. Tidak ada lagi deringan telepon seperti sebelumnya. Intensitasnya telepon yang masuk bahkan jauh berkurang dibandingkan ketika Gumyadi dan Paliudju belum terlibat dalam konflik terbuka. Kedua pejabat ini kemarin sama-sama mengagendakan perjalanan ke Jakarta untuk bertemu Mendagri. Walaupun tujuannya sama, keduanya tidak berangkat dengan pesawat yang sama. Bahkan waktunya juga berbeda. Gumyadi berangkat pagi, sedangkan Paliudju memilih berangkat sore hari.Gumyadi didampingi beberapa pejabat di BKD dan Diklat Provinsi Sulteng terbang ke Jakarta untuk mengurus Keppres pemberhentiannya dari Sekprov Sulteng. ‘’Beliau tidak mau dikesankan mempertahankan jabatan atau berkonflik dengan Gubernur dengan persoalan ini. Makanya beliau ke Jakarta untuk mengurus Keppres tersebut secepatnya,’’ kata sumber di Sekretariat kantor gubernur kemarin.
Paliudju juga langsung berangkat ke Jakarta. Menurut Karo Humas dan Protokol irwan Lahace, Gubernur Paliudju akan menemui Mendagri untuk memperjelas status pemberhentian Gumyadi setelah gubernur tidak mau lagi menggunakan tenaganya. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar