PALU – Harapan para elit Partai Demokrat untuk mengkonkretkan koalisi parpol pengusung pasangan SBY-Budiono kedalam koalisi permanen di parlemen mulai dari DPR hingga DPRD ternyata baru sebatas wacana. Hal itu terlihat tidak saja dari pengakuan para petinggi Partai Demokrat di daerah tetapi juga parpol peserta koalisi yang mengaku akan mempelajari proposal dari Partai Demokrat tersebut. Wakil Ketua Partai Demokrat Sulawesi Tengah Mustar Labolo mengatakan, memang ada pembicaraan untuk mengkonkretkan parpol peserta koalisi mulai dari DPR RI hingga DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Namun sejauh ini, pembicaraan belum dilanjutkan ke dalam tataran teknis. Pasalnya, kata Mustar, Partai Demokrat sebagai pembawa gerbong koalisi masih menunggu Undang-Undang Susunan dan Kedudukan Anggota DPR DPD dan DPRD disahkan oleh DPR. Saat ini katanya proses pembahasan masih terus berlangsung. Setelah UU tersebut disahkan, maka akan diketahui seperti apa komposisi penentuan pimpinan dewan. Selain menunggu pengesahan Undang-Undang Susduk, Partai Demokrat akan menunggu kabinet SBY-Budiono terbentuk. ‘’Gambaran jelas soal koalisi akan terlihat setelah pembentukan kabinet. Nanti akan terlihat perwakilan partai dari apa saja yang terakomodir dalam kabinet. Dari situlah koalisi akan kita konkretkan,’’ kata Mustar kepada Radar Sulteng Senin (20/7) kemarin. Mustar sendiri berpendapat, koalisi permanen tetap dibutuhkan bukan semata-mata untuk mengamankan kepentingan politik pemerintah melainkan untuk kepentingan rakyat. Koalisi katanya sangat diperlukan untuk membentuk pemerintahan yang kuat dalam arti memperkuat program-program pro rakyat khususnya untuk daerah Sulawesi Tengah yang disesuaikan dengan skala prioritas masing-masing daerah.
Namun gagasan Partai Demokrat membentuk koalisi permanen ditanggapi dingin oleh sejumlah parpol yang terlibat dalam pemenangan pasangan SBY-Budiono. Soni Tandra dari Partai Patriot mengaku akan mempelajari proposal dari Partai Demokrat. Menurut Soni koalisi memang sangat dibutuhkan namun demikian format koalisi harus jelas. Tidak boleh ada parpol tertentu menguasai parpol lain hanya karena merasa jumlahnya mayoritas. Soni mengatakan, sebagai satu-satunya caleg Partai Patriot yang lolos pada Pemilu 2009, pihaknya mutlak harus mencari patner koalisi. Namun demikian koalisi yang sehat harus ditumbuhkan, dimana para peserta koalisi setara dan tidak boleh ada yang merasa di atas angin, disebabkan karena jumlahnya yang mayoritas. Terkait wacana koalisi permanen dengan Partai Demokrat dan seluruh partai pendukung SBY-Budiono, menurut Soni pihaknya masih menunggu keputusan partai. ‘’Sejauh ini kami belum ada sikap, karena belum ada intruksi partai soal itu. Tapi yang pasti kami akan koalisi dengan parpol apa saja tentunya koalisi itu harus dibangun secara sehat,’’ katanya.
Sikap hati-hati juga ditunjukan oleh Wakil Ketua PAN Sulteng Suprapto Dg Situru. Kepada Radar Sulteng, Suprapto mengaku masih akan melihat format koalisi yang akan dibangun. ‘’Tujuan dan semangat koalisi harus jelas. Yang pasti tidak ada yang merasa di atas angin karena koalisi itu. Namun sejauh ini di internal partai belum ada pembicaraan soal koalisi,’’ demikian Suprapto.
Partai Demokrat di Sulteng dalam berbagai kesempatan terus mewacanakan terbentuknya koalisi permanen di dewan. Koalisi ini diiharapkan tidak saja di tingkat provinsi tetapi juga di kabupaten/kota. Salah satu parpol yang memastikan diri bakal bergabung dengan Partai Demokrat adalah Partai Bintang Reformasi (PBR). Ketua DPW PBR Sulteng Rusli Dg Palabi sejak memastikan diri sebagai caleg terpilih sudah menyatakan akan bergabung dengan Fraksi Partai Demokrat di DPRD kelak. Koalisi Partai Demokrat di DPRD Sulteng sebenarnya sangat kuat. Dengan asumsi Partai Demokrat mampu mempertahankan komposisi parpol pendukung dan pengusung pasangan SBY-Budiono sebagai cikal bakal koalisi permanen yang dimotorinya. Jumlah parpol pengusung dan pendukung mencapai 24 parpol. Sepuluh parpol diantaranya adalah partai yang mempunyai caleg terpilih yang bakal duduk di DPRD Sulteng kelak, dengan jumlah caleg terpilih mencapai 27 orang. Parpol pendukung dan pengusung pasangan SBY-Budiono yang meloloskan wakil-wakilnya antara lain, PAN, PDS, PKB, PPP, PKS, PKPI, PDP, PBR, dan PKPB serta Partai Patriot. ‘’Pokoknya posisi politik kami sangat kuat, tergantung apa yang terjadi di dewan, koalisi ini sudah siap menghadapinya,’’ tandas Mustar. (yar)
Sabtu, 08 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar