Pengadaannya Diusulkan
Pada APBD 2010
PALU – Di tengah kondisi rakyat yang sedang susah karena berbagai bencana yang menimpa tak mampu membuka mata hati para wakil rakyat di DPRD. Ini dibuktikan dengan rencana DPRD Sulteng membeli sejumlah mobil dinas untuk kepentingan mereka.
Enam ketua fraksi dan empat pimpinan DPRD Sulteng sebentar lagi bakal mendapatkan mobil dinas baru. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kabag Perlengkapan DPRD Sulteng Drs Irwan Nursin M.Si kepada Radar Sulteng kemarin (2/11).
Menurut Irwan, mereka yang mendapat mobil dinas baru adalah enam ketua fraksi dan empat pimpinan dewan yang terdiri dari seorang ketua dan tiga wakil. Berapa jumlah anggaran yang akan tersedot untuk pengadaan mobil dinas para wakil rakyat itu? Irwan mengaku belum mengetahui berapa dana yang akan dialokasikan untuk 10 mobil dinas baru tersebut. ‘’Soal besaran dananya belum tahu, karena ini terkait spesifikasi mobil yang akan dibeli. Apakah Toyota Rush, Innova atau Suzuki Grand Extra. Tapi kalau untuk pimpinan dewan sudah pasti sedan, karena untuk kepentingan kendaraan dinas,’’ ulas Irwan.
Untuk pengadaan mobil dinas tersebut katanya akan dialokasikan pada APBD 2010 yang akan dibahas paling lambat Desember 2009. Itu berarti pada awal 2010, ketua fraksi dan pimpinan dewan akan mendapatkan mobil gres. Saat ini, empat pimpinan dewan minus Syafrun Abdullah, baru mendapat mobil operasional. Dua jenis Toyota Fortune untuk Henri Kawulur dan Lutfhi M Lembah. Mobil-mobil ini warisan dari pimpinan dewan sebelumnya. Satu mobil operasional lainnya yang akan diperuntukan bagi Syafrun Abdullah sudah dianggarkan pada APBD Perubahan 2009 lalu.‘’Nanti pada pengadaan berikutnya yang dibeli tinggal mobil dinas jenis sedan Toyota Altis,’’ ujar Irwan menambahkan.
Dikatakannya, sembari menunggu kedatangan mobil dinas baru, para ketua-ketua fraksi akan menggunakan kendaraan dinas Toyota Avanza milik anggota dewan periode sebelumnya yang menduduki jabatan di sejumlah alat kelengkapan dewan.
Lebih jauh ia mengatakan, bisa saja jumlah mobil dinas yang akan dbeli jumlahnya lebih dari 10 buah. Pasalnya, ada beberapa unit mobil dinas yang usianya sudah 10 tahun dan kondisinya sudah tidak layak. ‘’Tapi soal kebijakan penghapusan asset (dem) itu tergantung kebijakan Gubernur,’’ pungkasnya. (yar)
Rabu, 12 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar