Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Rabu, 12 Mei 2010

Kesadaran Petani Tingkatkan Mutu Beras Masih Kurang

Rabu, 12 Mei 2010
Kesadaran Petani Tingkatkan Mutu Beras Masih Kurang
PALU – Secara nasional Kabupaten Parigi Moutong telah menempatkan dirinya sebagai daerah penghasil beras diurutan keenam, mengalahkan Maros atau Subang yang selama ini dikenal lua sebagai penghasil beras di Indonesia. Namun dibalik torehan manis tersebut, harus diakui, Parigi Moutong belum mampu menghasilkan beras berkualitas tinggi. Di depan rapat paripurna DPRD Parimo yang mengagendakan penyampaian penjelasan bupati terhadap pandangan fraksi terhadap RAPBD 2010, Bupati Parigi Moutong Longki Djanggola, mengakui bahwa petani di wilayahnya masih kurang menyadari soal pentingnya menjaga mutu beras. Hal ini tentu saja sangat berpengaruh pada harga beras di pasaran. Longki mengatakan, rendahnya kualitas beras yang dihasilkan petani di wilayahnya disebabkan karena sebagia besar RMU masih berupa gilingan one pass sehingga sulit mendapatkan mutu beras yang berkualitas. ‘’Ini adalah tantangan yang terus dicarikan jalan keluarnya,’’ ujar Longki merespons pertanyaan dari fraksi Toraranga itu. Lanjut dikatakannya, sulitnya mendapatkan beras berkualitas dikarenakan tidak adanya alat penyaring, pemutih beras sehingga beras yang dihasilkan patah dan tidak sesuai dengan permintaan pasar. Tak hanya itu, rendahnya kualitas beras ini juga disebabkan masih banyaknya gudang tempat penyimpanan/pengumpulan beras yang tidak memenuhi standar, kebersihan dan kelembaban serta ventilasi. Hal ini katanya telah mendapatkan perhatian yang tinggi dari Dinas Pertanian dan Peternakan untuk terus melakukan pemahaman kepada petani maupun pihak-pihak terkait. Longki menambahkan, ini akan terus dilakukan untuk mendukung investasi di bidang pertanian khususnya di bidang perberasan guna mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah Parigi Moutong dan sekitarnya.
Parigi Moutong yang mencatatkan diri sebagai penghasil beras urutan keenam kabupaten di Indonesia, setiap tahunnya mengalami surplus beras antara 85 ribu sampai 95 ribu ton pertahun. Namun keberhasilan ini belum dibarengi dengan menghasilkan beras yang berkualitas. ‘’Penyebabnya selain masih rendahnya kesadaran petani juga minimnya infrastruktur,’’ demikian Longki. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar