Kemana Setelah Lulus Paket B…….
Misnawati (18)
Dipersimpangan Jalan
ANAK ke-7 dari sembilan bersaudara ini, sehari-hari membantu orang tua di kebun. Bertekad mendapat nilai terbaik pada ujian nanti. Walau setelah itu tidak tahu lagi apakah akan lanjut atau kembali menjalani rutinitas keseharian. Seauh ini orang tua belum bicara kelanjutan pendidikan. Ada keinginan untuk lanjut tapi semua tergantung orang tua. Jika kelak tidak lanjut, memilih bersikap pasrah dengan tetap memegang komitmen membantu orang tua dan mengasuh adik-adiknya.
Nurfiana (16)
Tetap Ingin Bersekolah
BELUM ada pemikiran untuk melanjutkan ke SMA karena belum ada restu dari orang tua. Namun kalau diberikan pilihan, dirinya lebih memilih sekolah ke SMA. Sebagai anak bungsu dari enam bersaudara, Nurfiana banyak beraktivitas dalam rumah, membantu ibu. Sangat berterima kasih dengan adanya Paket B sebagai pendidikan alternatif, untuk mengatasi jauhnya sekolah negeri di kota Palu. ‘’Saya ingin sekolah di SMA,’’ katanya.
Maturin (17)
Anak Tunggal, Tulang Punggung Ekonomi
MENYANDANG status sebagai anak tunggal di keluarga sendiri, Maturin toh tetap tidak bisa menikmati pendidikan formal. Alasannya, ia menjadi penopang ekonomi keluarga. Mengolah ladang milik keluarga, agar tetap survive di tengah harga kebutuhan pokok yang semakin tak terjangkau. Bertekad tetap bantu orang tua, jika kelak tidak bisa lanjut seusai pendidikan di Paket B.
Ritawati (17)
Tetap Bantu Orang Tua
Anak ketiga dari lima bersaudara. Aktivitas keseharian membantu orang tua. Bertekad meraih hasil ujian nasional (UN) tertinggi, walau kelak tidak bisa lanjut ke jenjang berikutnya. Berharap paket B akan terus berjalan walau kelak ia dan teman-temannya tidak lagi menjadi pesertanya. ‘’Saya ingin keluarga saya juga ikut pendidikan di sini,’’ harapnya.
Kamis, 06 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar